Jumat, 15 Mei 2026

Siloam Hospitals (SILO) akan Bagikan Dividen Rp 250 Miliar

Penulis : Investor Daily
1 Jun 2022 | 17:50 WIB
BAGIKAN
Siloam International Hospitals. (Sumber: PT Siloam International Hospitals Tbk)
Siloam International Hospitals. (Sumber: PT Siloam International Hospitals Tbk)

TANGERANG, investor.id – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) akan membagikan dividen sebesar Rp 250 miliar atau setara Rp 19,3 per saham.

Dividen yang telah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tersebut mencerminkan dividend payout ratio sekitar 35% untuk tahun buku 2021.

Di masa depan, dengan mempertimbangkan keadaan, Siloam Hospitals berencana untuk terus memberikan dividen kepada para pemegang saham.

Tahun lalu, Siloam Hospitals mencatat kinerja finansial yang luar biasa. Pendapatan perseroan mencapai Rp 7,6 triliun, meningkat 33% dibandingkan tahun 2020.

ADVERTISEMENT

EBITDA perseroan pada 2021 sebesar Rp 1,96 triliun, meningkat 64% dibandingkan tahun 2020. Margin EBITDA 2021 sebesar 26%, meningkat dari 22% pada tahun 2020.

Laba bersih Siloam Hospitals pada 2021 tercatat sebesar Rp 700 miliar, melesat 459% dibandingkan tahun 2020. Margin laba bersih pada 2021 mencapai 9%, naik dari 2% pada 2020.

Sementara itu, arus kas bebas tercatat Rp 1,5 triliun pada 2021, dan di akhir periode FY21, posisi kas bersih Siloam Hospitals mencapai Rp 1,9 triliun.

"Kinerja finansial dan posisi kas bersih Siloam yang kuat memberikan peluang besar untuk pertumbuhan dan investasi berkelanjutan dalam bisnis kami,” kata Presiden Direktur Siloam International Hospitals, Darjoto Setyawan.

Darjoto Setyawan bersama Daniel Phua (Direktur), Monica Surjapranata (Direktur), dan Varun Khanna (Senior Direktur) menyampaikan hasil pencapaian finansial dan operasional Siloam pada tahun 2021 dalam paparan publik RUPST periode Mei 2022, Selasa (31/5/2022).

Dalam pemaparan tersebut juga disampaikan KPI operasional utama yang terus menunjukkan perbaikan. Tindakan operasi pada kuartal IV-2021 tercatat lebih tinggi 43% dibandingkan kuartal IV-2020.

SILO telah mencatat pertumbuhan yang kuat dan stabil dalam jumlah tindakan operasi sejak Juli tahun 2021. Pada Desember 2021 dan Januari 2022, SILO membukukan jumlah tindakan operasi yang lebih tinggi, melebihi bulan-bulan lainnya sebelum dan selama pandemi Covid-19.

Volume pasien rawat jalan (outpatient visits) dan rawat inap (inpatient admission) mengalami peningkatan setiap bulan sejak Juli tahun 2021. Akibat penurunan kasus Covid-19 pada tahun 2022, perseroan berharap KPI operasional akan terus menunjukkan pemulihan.

Pandemi Covid-19

Dalam RUPS Tahunan, SILO turut melaporkan dampak dari Covid-19 pada kuartal IV yang telah menurun. Di kuartal tersebut, perseroan merawat 299 pasien Covid dibandingkan dengan 6.925 pasien di kuartal III tahun 2021. Walau terdapat kenaikan kasus Covid pada kuartal I tahun 2022, tingkat kasus lebih rendah dibandingkan saat varian Delta pada pertengahan tahun 2021.

“Kami berharap Covid dapat berubah dari pandemi menjadi endemi dan varian lain di masa depan akan memiliki dampak yang lebih rendah di masyarakat dibandingkan yang lalu,” tutur Darjoto.

Dalam situasi pandemi, SILO dapat memainkan peran dalam testing, perawatan, dan vaksinasi di Indonesia untuk melawan pandemi. “Kami tentu menantikan masa di mana dunia bebas dari dampak varian Covid dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan mereka seperti masa sebelum pandemi,” ujarnya.

Peningkatan Pendapatan

Sejalan dengan 4 pilar Siloam Hospitals, perseroan juga mengimplementasikan strategi peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya yang strategis. Sebagai tambahan dari strategi yang dijalankan sebelumnya, SILO menambahkan beberapa inisiatif yang akan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan top line dan bottom line.

Untuk meningkatkan pendapatan, SILO mengimplementasikan procedure packaging, value-based pricing, dan meningkatkan produktivitas tim sales melalui otomisasi. Lalu, perseroan juga fokus untuk menyediakan layanan BPJS yang berkelanjutan bagi rumah sakit, pun terus meningkatkan tingkat utilisasi peralatan medis serta memaksimalkan kapasitas rumah sakit.

Untuk memaksimalkan efisiensi beban, perusahaan telah mengimplementasikan program efisiensi biaya material, demand planning, dan manajemen inventori, optimisasi opex dan manajemen capex.

Adapun pada sesi terakhir laporan, SILO terus menunjukkan hasil yang memuaskan pada kuartal I-2022 dan perusahaan telah membukukan hasil finansial yang kuat. Bisnis perseroan kembali dengan cepat di bulan Maret, walaupun ada dampak dari Covid di bulan Februari dan tren ini berlanjut di bulan April dan Mei.

"Dengan berlalunya Covid, kami akan meningkatkan fokus menuju kegiatan pertumbuhan. Kami berada di jalan yang tepat untuk mencapai target finansial tahun 2022 dan saya menantikan semua peluang yang akan datang di tahun ini,” pungkas Darjoto.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia