Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Apresiasi Kinerja GOTO, Saham Balik ke Harga IPO

Penulis : Parluhutan Situmorang
2 Jun 2022 | 10:23 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) saat listing saham di BEI (11/4/2022). (Foto: GOTO)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) saat listing saham di BEI (11/4/2022). (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id - Pelaku pasar mengapresiasi kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sepanjang kuartal I-2022. Apresiasi tersebut terlihat dari lonjakan harga saham perseroan pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/6/2022).

Berdasarkan data BEI, harga saham GOTO dibuka melesat ke level Rp 344 dan level terendah berada di kisaran Rp 304. Saham super aplikasi ini menguat Rp 30 (9,87%) menjadi Rp 334 hingga pukul 09.30 WIB. Kemudian, pada pukul 10.00 WIB, harga GOTO mulai stabil di rentang harga Rp 328 - 344. Kenaikan harga tersebut menjadikan market cap perseroan kembali di atas Rp 400 triliun.

Sebelumnya, harga IPO GOTO ditetapkan Rp 338. Dengan demikian, harga saham ini sudah kembali ke hari pertama melantai di bursa. Menariknya, pencapaian ini terjadi saat harga saham sejenisnya masih dalam tren bearish, seperti Bukalapak yang belum kembali menyentuh harga IPO.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, GOTO juga berhasil masuk ke dalam tiga indeks saham via jalur cepat (fast entry) oleh BEI. GOTO masuk ke dalam jajaran IDX30, LQ45, dan IDX80.

GOTO menyingkirkan posisi saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di IDX30 dan Indeks LQ45. Sedangkan di IDX80, GOTO menggeser posisi saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI).

Analis Mandiri Sekuritas Ryan Aristo Naro, Kresna Hutabarat, dan Eimi Setiawan dalam risetnya  memberikan pandangan positif terhadap pencapaian kinerja keuangan GOTO pada kuartal I-2022. Hal ini terlihat dari kinerja seluruh segmen bisnis perseroan, seperti on-demand services, e-commerce, dan fintech services.

GTV segmen on demand service senilai Rp 14,9 triliun pada kuartal I-2022 telah melampaui perkiraan Mandiri Sekuritas atau setara dengan 24% dari target tahun ini. Begitu juga dengan kenaikan take rate bisnis ini menjadi 21% telah melampaui perkiraan.

Pandangan positif juga diberikan terhadap kinerja operasional segmen e-commerce atas keberhasilan mencetak kenaikan GTV mencapai Rp 65,1 triliun atau telah merefleksikan 23% dari target tahun 2022. Angka tersebut sudah melampaui perkiraan Mandiri Sekuritas. Adapun take rate mencapai 2,9% atau naik 40 basis poin dari kuartal I-2021 atau terindikasi menunjukkan tren pertumbuhan setelah ada sinergi. Pencapaian terhadap target 2022 tersebut terbilang mengesankan karena Perusahaan mengklaim kuartal pertama adalah kuartal dengan tingkat transaksi yang lebih rendah.

Terkait bisnis fintech services, ungkap dia, GTV segmen ini melesat menjadi Rp 77,5 triliun pada kuartal pertama 2022, tumbuh 91% dibandingkan periode yang sama di tahun 2021. Angka tersebut sudah merefleksikan 21,5% dari target tahun ini.

“Pencapaian GTV, margin kontribusi, dan EBITDA perseroan sudah sesuai dengan harapan kami. Hal ini memperkuat peluang perseroan untuk mencapai break even point pada 2024,” terang mereka dalam riset.

Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa raihan GTV GOTO senilai Rp 140 triliun pada kuartal I-2022 setara dengan 22,5% dari target yang ditetapkan. Sedangkan pencapaian pendapatan kotor sebanyak Rp 5,23 triliun telah merefleksikan 22,3% dari perkiraan Mandiri Sekuritas.

Mandiri Sekuritas juga memberikan pendapat yang positif atas keberhasilan perseroan dalam mencetak take rate sebesar 3,7%.

Berdasarkan pencapaian tersebut, dia mengatakan, GOTO berada pada jalur yang dipercepat untuk menuju profitabilitas yang berkelanjutan. Hal ini seiring dengan prioritas utama perseroan untuk mengejar pertumbuhan.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi saham GOTO dengan target harga Rp 440.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia