Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Memerah di Sesi I, Investor Asing Bukukan Net BuyRp 207,97 M

Penulis : Indah Handayani
6 Jun 2022 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Monitor pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta.  Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Monitor pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id – Dibuka turun 19,78 poin (-0,28%) di level 7.163, indeks harga saham gabungan (IHSG) terjebak di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (6/6/2022). IHSG menguat 118,14 poin (-1,64%) di level 7.064. IHSG bergerak mixed di rentang 7.057-7.194 selama sesi I.

Pada penutupan Sesi I, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) mencapai Rp 207,97 miliar. Saham-saham yang paling banyak diincar investor asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 162,8 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) mencapai Rp 61,4 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 41 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 38,5 miliar, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sebanyak Rp 24,8 miliar.

Saham-saham yang paling banyak diburu investor asing pada penutupan perdagangan sesi I adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 162,8 miliar. Sayangnya, harga saham BRMI turun Rp 100 (-1,22%) menjadi Rp 8.100. Disusul, PT Astra International Tbk (ASII) mencapai Rp 61,4 miliar dan harga saham ASII anjlok Rp 175 (-2,4%) menjadi Rp 7.125. Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 41 miliar dan harga sahamnya jatuh Rp 125 (-1,64%) menjadi Rp 7.475.

ADVERTISEMENT

Selain itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 38,5 miliar dan harga sahamnya naik Rp 175 (+2,62%) menjadi Rp 6.850. Terakhir, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sebanyak Rp 24,8 miliar dan harga sahamnya stagnan Rp 86.

Disaat bersamaan, saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 81,2 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai Rp 26 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 22,8 miliar, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebesar Rp 16,6 miliar, dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencapai Rp 15,6 miliar.

Pada penutupan sesi I, mayoritas bursa saham Asia bergerak menghijau. Nikkei Tokyo terkerek +0,69%, Hang Seng Hong Kong naik +1,09%, dan Shanghai menanjak +1,05%. Sedangkan Straits Time Singapura turun -0,13%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia