Kamis, 14 Mei 2026

Akulaku Ingin Perbesar Porsi Kepemilikan di Bank Neo (BBYB) Hingga 40%

Penulis : Lona Olavia
8 Jun 2022 | 15:59 WIB
BAGIKAN
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Foto: Perseroan.
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - Platform perbankan dan keuangan digital yang berbasis di Indonesia, Akulaku, bagian dari Grup Alibaba Tiongkok, ingin meningkatkan kepemilikannya di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menjadi sekitar 40% atau lebih dari kepemilikannya saat ini sebesar 25,66%.

Dikutip dari DealStreetAsia, pendiri dan CEO Akulaku William Li mengatakan, hal tersebut terjadi karena Akulaku sendiri sedang mengumpulkan dana menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO) dan ingin mengkonsolidasikan manajemen kekayaan dan bisnis asuransi sebelum pemisahan terpisah di Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, Bank Neo Commerce diperkirakan akan melakukan rights issue lagi pada kuartalII-2022 senilai Rp 5 triliun (US$ 348,12 juta) untuk memenuhi persyaratan modal minimum yang ditentukan oleh regulator jasa keuangan Indonesia

ADVERTISEMENT

“Kami pasti ingin meningkatkan kepemilikan saham kami (di bank), dan kami akan berpartisipasi dalam rights issue berikutnya. Harganya saat ini bergejolak. Kami harus melihat harganya dan, jika peraturan mengizinkan, kami ingin meningkatkan minat kami untuk lebih dari 40%," kata Li.

Akulaku sebelumnya telah berpartisipasi dalam dua putaran rights issue yang dilakukan oleh Bank Neo Commerce pada tahun 2021. Pertama kali melakukan rights issue senilai US$ 1 miliar dan kemudian menyelesaikan rights issue di BEI dengan nilai sekitar US$ 175 juta pada kuartal IV-2021.

Adapun, saat ini Akulaku sebagai pengendali menguasai 2,417,425,754 lembar atau 2,41 miliar lembar setara 25,66% di BBYB.

Selain Akulaku-Bank Neo, Indonesia telah  melihat serentetan transaksi di sektor perbankan yang didorong oleh pemain teknologi yang bermodal besar. Beberapa kesepakatan yang menonjol termasuk super app Gojek dengan Bank Jago, Bukalapak dengan Allo Bank Indonesia dan Grab dan Singtel dengan Bank Fama.

Startup Fintech juga telah aktif mengakuisisi saham pemberi pinjaman dalam transaksi seperti Kredivo dengan Bank Bisnis, Modalku dan Carro dengan Bank Index, dan Sea Ltd dengan Bank BKE (berganti nama menjadi SeaBank Indonesia). Sea Ltd juga dikabarkan mengambil saham di Bank Mayora.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 12 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia