Austindo Nusantara (ANJT) Tebar Dividen Rp 145 M
JAKARTA, investor.id - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) berencana membagikan dividen sekitar Rp 145 miliar atau mencerminkan 25% dari perolehan laba bersih perseroan pada 2021 sebesar US$ 39,7 juta. Keputusan tersebut sudah mengantongi restu dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
“Jadi, untuk hasil RUPST siang ini memutuskan untuk membagikan dividen sejumlah Rp 43 per saham. Hal ini secara total merepresentasikan 25% dari laba bersih tahun 2021,” ucap Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Lucas Kurniawan dalam paparan publik, Rabu (8/6/2022).
Lucas menjelaskan bahwa keputusan pembagian dividen itu didasarkan atas beberapa petimbangan di antaranya di tengah harga Crude Palm Oil (CPO) yang sangat baik saat ini, manajemen melihat terdapat unsur ketidakpastian yang juga sangat tinggi.
Hingga keputusan dividen itu dibuat, perseroan masih melihat adanya potensi dari dampak pandemi Covid-19 sekalipun pelonggaran sudah terjadi pada bulan ini. Namun begitu, ANJT berharap imbas pandemi ini dapat terkendali.
Baca Juga:
IHSG Ngegas di Sejam PerdaganganHanya saja untuk memperkokoh posisi keuangan perseroan, lanjut Lucas, sebesar 25% dari laba bersih bakal dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Sedangkan sisanya digunakan memperkuat kondisi keuangan seperti melunasi uatang ke bank dan untuk belanja modal atau capital expenditure (Capex) yang bersumber dari arus kas internal.
Adapun untuk capex pada tahun ini, perseroan mengalokasikan anggaran sebanyak US$ 47 juta di mana sekitar 26% akan dipakai untuk program peremajaan kembali karena peremajaan merupakan program yang secara disiplin dilakukan perusahaan setiap tahun.
“Jadi, ada peremajaan kembali juga yang dilakukan pada tahun ini. Sedangkan, yang dilakukan tahun lalu atau dua tahun sebelumnya masih belum masuk ke dalam tahapan menghasilkan. Jadi untuk yang dilakukan peremajaan kembali tahun lalu dan dua tahun sebelumnya masih memerlukan biaya yang masuk kategori capex,” katanya.
Selanjutnya, sekitar 26% dari capex juga akan digunakan untuk pabrik kompos ketiga di Kalimantan Barat yang sudah mulai dibangun pada awal tahun ini. Sedangkan, 26% lainnya untuk pembangunan infrastruktur di perkebunan muda di Papua Barat.
Lebih jauh, sekitar US$ 800 ribu dari capex ANJT pada tahun 2022 ini juga diarahkan untuk digitalisasi. Menurut Lucas, dengan fokus pada digitalisasi membuat proses pekerjaan (stream) menjadi lebih akurat, reliable, dan yang paling penting proses penginputan data yang berulang-ulang dapat dihindari.
Senada dengan Lucas, Direktur Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Nopri Pitoy menambahkan bahwa replanting merupakan belanja rutin yang dilakukan setiap tahun seperti peremajaan alat-alat transportasi dan alat-alat berat.
“Kami juga masih ada pembangunan perumahan di kebun-kebun kita yang baru seperti di Ketapang dan di kebun kita di Papua termasuk masih ada pembangunan rumah ibadah dan pembangunan jembatan di kebun kita. Itulah capex rutin kita,” katanya.
Untuk proyek strategis, lanjut Nopri, perseroan juga bakal membangun satu unit palkey di kebun di Ketapang untuk mendukung jalur transportasi CPO yang akan direalisasikan pada tahun ini.
Kantongi 75% Pasar Lokal.
Terkait pasar lokal, Nopri menuturkan bahwa ANJT sudah memiliki penjualan mencapai 75% dari produksi long term agreement. Artinya, perseroan sudah memiliki kontrak selama 1 tahun dengan para pembeli. “Jadi, untuk yang bersifat kontrak itu kita belum melihat ada kesulitan,” tuturnya.
Di samping itu, pihaknya juga cukup beruntung karena kapasitas tanki yang cukup sehingga memiliki ketahanan dua sampai tiga bulan walaupun ada kesulitan eskpor.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler

