Besok Senin, Bagaimana Nasib IHSG?
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan terkoreksi pada perdagangan Senin (13/6/2022). Secara teknikal, level terendah (support) IHSG diperkirakan di 7.050, pivot 7.100, dan tertinggi (resistance) 7.150.
“Secara teknikal, terbentuk falling window dan pelebaran negative slope pada stochastic RSI ketika perdagangan Jumat (10/6/2022),” kata analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan, Minggu (12/6/2022).
Pada perdagangan Jumat, hampir semua sektor di BEI melemah. Pelemahan salah satunya dipicu oleh kemungkinan IMF untuk kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2022. Pada April 2022, IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,6% untuk 2022 dari 4,4%.
Dari dalam negeri, sentimen negatif berasal dari perlambatan penjualan ritel Indonesia menjadi 8,5% (yoy) pada April 2022 dari 9,3% (yoy) pada Maret 2022.
Selanjutnya, pelaku pasar mencermati rilis data inflasi AS, yang menjadi salah satu data yang diperhatikan the Fed dalam mengambil keputusan, terutama soal kenaikan suku bunga acuan.
Seperti diberitakan, inflasi di Amerika Serikat (AS) pada Mei 2022 mencapai 8,6% (yoy). Berdasarkan data Biro Statistik dan Tenaga Kerja AS, angka itu merupakan yang tertinggi sejak Desember 1981.
Tidak hanya itu, inflasi Mei tersebut juga lebih tinggi dibandingkan konsensus dan ekspektasi dari para ekonom sebesar 8,3% atau sama dengan bulan sebelumnya.
“Pelaku pasar dapat memperhatikan peluang buy on weakness pada ASII, INCO, TLKM, SIDO, PGAS, dan BSDE, serta potensi penguatan lanjutan pada INKP, BTPS, dan BMHS,” ujar Valdy.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






