Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Tertekan, Sampai Kapan?

Penulis : Indah Handayani
13 Jun 2022 | 15:20 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi IHSG bakal terus tertekan dan memerah hingga jelang akhir pekan atau Kamis (16/6/2022). Hal itu terjadi karena sangat dipengaruhi dari faktor sentimen global. Sebab pelaku pasar dan investor masih menunggu pengumuman The Fed mengenai keputusan suku bunga pada 15 Juni mendatang.

“Pasar menunggu keputusan itu. Jika soal kenaikan, memang sudah dipastikan akan naik. Tapi pasar lebih menantikan ucapan dari para petinggi The Fed mengenai agresivitas mereka menaikkan suku bunga,” jelas Hans kepada Investor Daily, Senin (13/6/2022).

Hans menambahkan, apabila kenaikan dua kali sebesar 50 basis poin ternyata tidak berubah dan akan lebih agresif, tentu pasar akan merespon negatif. Sebab, pasar saat ini menilai ada kemungkinan The Fed akan menaikan suku bunga sebanyak lima kali lagi hingga akhir tahun atau tanpa jeda. Dengan kisaran kenaikan antara 25-50 basis poin. Hal ini tentu saja membuat pelaku pasar melihat semakin agresifnya kenaikan suku bunga malah akan semakin menjerumuskan ekonomi ke jurang resesi.

ADVERTISEMENT

Namun, lanjut Hans, jika ternyata sebaliknya atau tidak terlalu agresif, pasar akan bergerak positif. “Kemungkinan setelah pengumuman The Fed itu bursa baru akan menguat pada akhir pekan itu. Tentu jika petinggi The Fed tidak akan agresif menaikan suku bunga. Hal ini kemungkinan akan membuat ada peluang rebound di pasar pada Jumat. Namun, sebelum itu, kemungkinan sepekan ini IHSG masih akan berada di bawah 7.000,” tegasnya.

Sedangkan dari dalam negeri, Hans menilai tidak ada sentimen negatif yang membuat IHSG terpuruk. Ia menilai soal kenaikan angka kasus Covid-19 yang terjadi saat ini sangat tipis, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini ditambah lagi dengan kondisi inflasi Indonesia yang beruntung. Sebab, terbilang cukup rendah dan terkendali.

“Inflasi Indonesia cukup bagus. Hal ini akan tetap terkendali selama pemerintah mempertahankan admission price,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia