Jumat, 15 Mei 2026

Selain Antisipasi The Fed, Ini Penyebab IHSG Bergerak Variatif

Penulis : Indah Handayani
15 Jun 2022 | 12:30 WIB
BAGIKAN
Pergerakan saham terlihat di layar monitor di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pergerakan saham terlihat di layar monitor di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Pada perdagangan sesi I Rabu (15/6/2022), IHSG ditutup berada pada zona merah setelah melemah -1,03% ke level 6.976. IHSG bergerak variatif sementara bursa regional Asia mayoritas bergerak melemah yang tampaknya pelaku pasar dan investor bersikap konsolidasi. Apa penyebabnya?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pergerakan IHSG berfluktuatif karena imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) naik lagi karena investor mengantisipasi kebijakan pengetatan yang lebih agresif dari Federal Reserve. Imbal hasil US Treasury 10y sendiri mengalami kenaikkan menjadi 3.48%. Alhasil, inverted yield menghantui pergerakan pasar, karena semakin lama inverted yield itu terjadi, semakin besar pula kemungkinan akan terjadinya resesi.

Selain itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan penyebab lainnya adalah Tiongkok merilis data ekonomi untuk Mei yang melampaui ekspektasi dimana China's industrial production tumbuh sebesar 0,7% yoy pada Mei 2022. “Pasar menilai ini menunjukkan momentum pemulihan yang baik,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (15/6/2022).

ADVERTISEMENT

Dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, katalis positif dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan neraca perdagangan Indonesia masih surplus US$ 2,9 miliar dimana ekspor Indonesia bulan Mei 2022 sebesar US$ 21,51 miliar atau naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) dan impor Indonesia bulan lalu sebesar US$ 18,61 miliar atau naik 30,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pasar menanti kepastian akan kabar ada reshuffle jilid 3 di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Diharapakan reshuffle tersebut akan menjawab kebutuhan pemerintahan ditengah ketidakpastian kondisi global saat ini.

“AKRA. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 1.130-1.200. PER: 13,68x dan PBV: 1,94x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia