Selain Antisipasi The Fed, Ini Penyebab IHSG Bergerak Variatif
JAKARTA, investor.id – Pada perdagangan sesi I Rabu (15/6/2022), IHSG ditutup berada pada zona merah setelah melemah -1,03% ke level 6.976. IHSG bergerak variatif sementara bursa regional Asia mayoritas bergerak melemah yang tampaknya pelaku pasar dan investor bersikap konsolidasi. Apa penyebabnya?
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pergerakan IHSG berfluktuatif karena imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) naik lagi karena investor mengantisipasi kebijakan pengetatan yang lebih agresif dari Federal Reserve. Imbal hasil US Treasury 10y sendiri mengalami kenaikkan menjadi 3.48%. Alhasil, inverted yield menghantui pergerakan pasar, karena semakin lama inverted yield itu terjadi, semakin besar pula kemungkinan akan terjadinya resesi.
Selain itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan penyebab lainnya adalah Tiongkok merilis data ekonomi untuk Mei yang melampaui ekspektasi dimana China's industrial production tumbuh sebesar 0,7% yoy pada Mei 2022. “Pasar menilai ini menunjukkan momentum pemulihan yang baik,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (15/6/2022).
Dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, katalis positif dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan neraca perdagangan Indonesia masih surplus US$ 2,9 miliar dimana ekspor Indonesia bulan Mei 2022 sebesar US$ 21,51 miliar atau naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) dan impor Indonesia bulan lalu sebesar US$ 18,61 miliar atau naik 30,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pasar menanti kepastian akan kabar ada reshuffle jilid 3 di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Diharapakan reshuffle tersebut akan menjawab kebutuhan pemerintahan ditengah ketidakpastian kondisi global saat ini.
“AKRA. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 1.130-1.200. PER: 13,68x dan PBV: 1,94x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






