Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Melemah Lima Hari Berturut-turut

Penulis : Indah Handayani
22 Jun 2022 | 06:20 WIB
BAGIKAN
Pekerja memindahkan buah sawit yang dipanen ke truk pengangkut sebelum diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan sawit di Pekanbaru (FOTO: WAHYUDI / AFP)
Pekerja memindahkan buah sawit yang dipanen ke truk pengangkut sebelum diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan sawit di Pekanbaru (FOTO: WAHYUDI / AFP)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali turun pada Selasa (21/6/2022). Hal ini membuat harga CPO mengalami pelemahan dalam lima hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (21/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2022 turun 51 Ringgit Malaysia menjadi 5.210 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 naik 5 Ringgit Malaysia menjadi 5.065 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman September 2022 menurun 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.980 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Oktober 2022 terjatuh 15 Ringgit Malaysia menjadi 4.940 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman November 2022 meleset 31 Ringgit Malaysia menjadi 4.944 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 jatuh 48 Ringgit Malaysia menjadi 4.976 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO diprediksi masih akan melanjutkan tren bearish. Hal ini karena harga CPO bakal dipengaruhi oleh penurunan permintaan negara importir utama dan peningkatan pasokan CPO Indonesia ke pasar global.

ADVERTISEMENT

Yoga menjelaskan penurunan permintaan importir dunia telah terjadi sejak pekan lalu. Hal ini terlihat dari sinyal potensi pengurangan permintaan dari India selaku importir CPO terbesar pertama dunia, dilihat dari adanya peralihan pembelian dari CPO ke minyak nabati. Selain itu, ancaman dari penyebaran kembali wabah Covid-19 di Tiongkok juga turut membebani dari sisi permintaan CPO. Hal ini mengingat Tiongkok merupakan negara importir CPO terbesar kedua dunia.

“Jika terus berlanjut ke fase lockdown kembali, maka sangat besar kemungkinan akan membuat permintaan dari Tiongkok menurun. Dengan mempertimbangkan posisi Tiongkok selaku negara importir CPO terbesar kedua dunia, maka akan berimbas juga pada pelemahan harga CPO,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Selain itu, lanjut Yoga, peningkatan pasokan CPO Indonesia ke pasar global juga akan menjadi penyebab harga CPO masih akan bertahan pada tren bearish. Hal ini dapat terlihat dari perilisan izin eksportir CPO Indonesia. Alhasil, memicu kekhawatiran akan pasokan berlebih di pasar. Belum lagi, perkembangan situasi di Malaysia terutama terkait tenaga kerja serta data ekspor.

“Pada pekan ini, harga CPO berpotensi menemui level resistance di kisaran harga 6.000 – 6.200 Ringgit Malaysia per ton. Namun, apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 5.000 – 4.800 Ringgit Malaysia per ton,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Yoga menyebut, pergerakan harga CPO juga akan dipengaruhi oleh harga minyak nabati global. Salah satunya minyak kedelai. Ia memperkirakan untuk harga minyak kedelai pada pekan depan berpotensi menemui resistance di kisaran harga US$17,35 17,70 per bushel.

“Namun, apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju support di kisaran harga US$16,60 -16,30 per bushel,” tutupnya.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia