Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, Awasi ISAT dan Empat Saham Pilihan Lainnya

Penulis : Indah Handayani
22 Jun 2022 | 07:45 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan IHSG melalui ponsel di Depok, Jawa Barat. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Investor melihat pergerakan IHSG melalui ponsel di Depok, Jawa Barat. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG berdasarkan analisa teknikal, berpotensi bergerak menguat terbatas pada perdagangan Rabu (22/6/2022). IHSG diperkirakan bergerak dengan rentang 7.000 – 7.100. Awasi ISAT dan empat saham pilihan lainnya.

Pada perdagangan Selasa (21/6/2022), IHSG ditutup menguat sebesar 67 poin (0,97%) ke level 7.044. Sektor enegry, infrastructures, technology, transportation & logistic, basic materials, consumer non cyclicals, properties & real estate, healthcare bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG hari ini. Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 439 miliar.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, setelah sebelumnya Bank Sentral Eropa mengatakan akan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 25 bps pada bulan Juli mendatang, Bank Sentral Australia pun seakan akan tidak mau kalah ketinggalan kereta dengan rekannya itu. Ditambah lagi dengan kenaikkan tingkat suku bunga The Fed hingga 75 bps, telah mendorong keyakinan Bank Sentral Australia untuk ikut beraksi kembali menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 50 bps pada pertemuan Bank Sentral pada bulan Juli kemarin.

Dalam pidato yang disampaikan pada hari Selasa kemarin, Lowe mengatakan bahwa Australia harus bersiap untuk tingginya biaya pinjaman, karena inflasi terlihat berada di kisaran 7% dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

Pilarmas Investindo Sekuritas melihat dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini, Bank Sentral Australia cukup baik dengan memberikan keputusan untuk menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 50 bps kemarin ditambah lagi dengan kenaikkan 50 bps pada bulan berikutnya, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan tingkat suku bunga hingga 75 bps.

“Apa yang dilakukan oleh Bank Sentral Australia merupakan salah satu langkah yang tepat, karena menurut kami, kenaikkan tingkat suku bunga pun seharusnya bertahap, karena dengan begitu kualitas dari pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan baik,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (22/6/2022).

Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Gubernur Bank Sentral Korea Selatan yang dimana juga tetap membuka pintu untuk mengalami kenaikkan tingkat suku bunga yang lebih besar dari biasanya dimana dirinya akan terfokus untuk mengendalikan inflasi. Gubernur Bank Sentral Korea Selatan, Rhee Chang-yong mengatakan bahwa inflasi tahunan diproyeksikan melebihi proyeksi tahunan 4,5% yang diberikan pada bulan lalu. Ini merupakan panduan kebijakan moneter yang harus dikelola dari waktu ke waktu hingga inflasi mereda.

Sementara itu The Fed yang mulai menaikkan tingkat suku bunganya, memberikan ruang dan peluang bagi Bank Sentral Korea Selatan untuk juga mulai menaikkan tingkat suku bunga menjadi lebih tinggi untuk menghindari pelemahan Won yang lebih lanjut sembari mengendalikan inflasi. Australia dan Korea Selatan, tampaknya memahami betul bahwa ketika perekonomian mereka mendukung untuk menaikkan tingkat suku bunga, mereka tidak ragu untuk menaikkannya.

“Terlebih lagi kenaikkan tingkat suku bunga secara perlahan justru berdampak positif  terhadap pertumbuhan, khususnya di sector riil. Kualitas pertumbuhan saat ini harus dijaga, sekalipun adanya kenaikkan tingkat suku bunga. Trend tidak bisa dihindari, tapi setidaknya resesi bisa di antisipasi,” Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan untuk diawasi pada perdagangan hari ini, yaitu ISAT, MNCN, CPIN, BMHS, DSNG.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia