Kehawatiran Inflasi, IHSG Sempat Anjlok hingga di Bawah Level Penutupan Akhir 2021
JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok dalam hingga 228 poin (3,32%) menjadi 6.566 hanya dalam 1,5 jam transaksi hari ini, Senin (4/7). Level tersebut sudah berada di bawah penutupan IHSG akhir tahun lalu dengan level 6.581.
Penurunan dalam IHSG akibat inflasi secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juni 2022 telah menembus 4,35%. Angka tersebut adalah yang tertinggi sejak Juni 2017 atau dalam lima tahun terakhir. Hal ini mendorong kekhwatiran pasar bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga agresif mulai bulan ini.
Dengan penurunan dalam tersebut, level IHSG intraday telah berada di bawah level penutupan akhir tahun lalu. Sebagaimana diketahui, IHSG akhir tahun lalu ditutup berada di level 6.581.
Penurunan dalam IHSG sesi I disumbangkan seluruh sektor saham dengan pelemahan terdalam melanda saham sektor teknologi 4,17%, saham sektor keuangan 3%, dan saham sektor consumer non cyclicals sebanyak 2,7%.
Lima saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar juga mencatatkan penurunan dalam, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun sekitar Rp 175 (2,4%) menjadi Rp 7.075, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp 120 (2,9%) menjadi Rp 4.020, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) amblas hingga auto reject bawa (ARB) dengan penurunan Rp 24 (6,49%) menjadi Rp 346, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp 110 (2,74%) menjadi Rp 3.900, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)melemah Rp 225 (2,63%) menjadi Rp 7.375.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






