Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Meredup Dibebani Ancaman Wabah Cacar Monyet di Tengah Lonjakan Covid-19

Penulis : Indah Handayani
25 Jul 2022 | 10:45 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara
ilustrasi harga minyak sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak tertekan dibebani oleh ancaman wabah cacar monyet di tengah kasus Covid yang kembali melonjak terutama di Tiongkok. Selain itu, sinyal tambahan pasokan dari Libya dalam waktu dekat turut membebani pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, kebangkitan kembali kasus Covid-19 di Tiongkok memicu kekhawatiran akan menurunnya permintaan minyak dari negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Kota pusat keuangan Tiongkok, Shanghai, berencana kembali lakukan pengujian massal mulai dari 26 hingga 28 Juli di sembilan distrik kota dan beberapa daerah kecil, karena kasus lokal sporadis terus muncul, ungkap otoritas kota pada hari Senin.

Selain itu, kota pusat teknologi Tiongkok, Shenzhen, melaporkan 21 kasus infeksi lokal baru pada hari Minggu, naik dari 19 kasus pada hari sebelumnya, ungkap otoritas kesehatan kota pada hari Senin.

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan situasi darurat kesehatan global atas wabah cacar monyet dengan tingkat kewaspadaan tertinggi, ungkap Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Sabtu. “Penyebaran wabah cacar monyet yang terjadi di tengah kenaikan kembali kasus Covid-19 kian menambah tekanan pada pemulihan ekonomi global,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (25/7/2022).

Tim Research and Development ICDX menambahkan, tekanan dari sisi pasokan datang dari pernyataan National Oil Corporation (NOC) pada hari Sabtu yang mengatakan perusahaan negara tersebut akan mengembalikan produksi minyak Libya menjadi 1,2 juta bph dalam dua minggu kedepan.

Sementara itu, Rusia menegaskan tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang memutuskan untuk mengenakan batasan harga pada minyak Rusia, ungkap Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina pada hari Jumat. Nabiullina juga menambahkan bahwa skema pembatasan harga itu hanya akan memacu harga minyak dunia melonjak lebih tinggi. Skema yang diusulkan oleh AS dan sekutunya tersebut rencananya akan dilakukan pada akhir tahun nanti, bersamaan dengan pemberlakuan paket sanksi keenam Uni Eropa terhadap Rusia.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 90 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia