Kamis, 14 Mei 2026

Target EBITDA Direvisi Naik, Bagaimana Prospek Saham Matahari (LPPF)?

Penulis : Parluhutan Situmorang
25 Jul 2022 | 14:06 WIB
BAGIKAN
IST
IST

JAKARTA, Investor.id - Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dipertahankan dengan target harga Rp 7.500. Target ini menggambarkan kuatnya pertumbuhan kinerja hingga Juni 2022 dan potensi berlanjutnya kinerja sampai akhir tahun.

Matahari mencetak lonjakan laba bersih dari Rp 532 miliar menjadi Rp 918 miliar hingga Juni 2022. EBITDA meningkat dari Rp 849 miliar menjadi Rp 1,22 triliun. Begitu juga dengan penjualan kotor melesat dari Rp 6,53 triliun menjadi Rp 7,11 triliun. Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 74,7% dari target Mandiri Sekuritas untuk tahun 2022 atau telah melampaui estimasi.

Target harga dan rekomendasi tersebut, terang Mandiri Sekuritas, juga mempertimbangkan keputusan manajemen Matahari untuk menaikkan target EBITDA sebesar 5% dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,1 triliun tahun ini setelah mempertimbangkan lonjakan semester I-2022.

ADVERTISEMENT

Sedangkan penjualan kuartal III-2022 diprediksi melesat hingga dua kali lipat, menyusul rendahnya penjualan pada kuartal III-2021 akibat penutupan aktivitas ekonomi dari pandemi Covid-19 varian Delta.

Pertumbuhan kinerja, terang Mandiri Sekuritas, bakal diukung atas pembukaan dua gerai dengan konsep baru pada semester I-2022, yaitu Plaza Ambarurrukmo dan Mall Taman Anggrek. Tambahan ini menjadikan total gerai yang dikelola eprseroan mencapai 140 unit atau setara dengan 915 ribu meter psersegi hingga akhir Juni 2022.

Perseroan juga bakal didukung atas pembukaan setidaknya 8 toko baru dan upgrade sekitar 16 gerai dengan konsep baru sepanjang tahun ini. Sedangkan tahun 2023, perseroan membidik pembukaan sekitar 12-15 gerai.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 57 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia