Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD) Adrianto Djokosoetono. (IST)

Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD) Adrianto Djokosoetono. (IST)

Demand Naik Armada Kurang, Blue Bird (BIRD) Percepat Belanja Kendaraan Rp 1,2 Triliun

Rabu, 27 Jul 2022 | 16:44 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) memastikan akan merealisasikan pembelian armada dengan nilai mencapai Rp 1,2 triliun.

Wakil Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono menjelaskan, perseroan telah mencanangkan pembelian armada Rp 1,2 triliun untuk tahun ini dan akan mulai direalisasikan pada semester kedua.

Baca juga: Top! Dana Pihak Ketiga BCA (BBCA) Tembus Rp 1.000-an Triliun

“Memang kita canangkan Rp 1,2 triliun. Kita akan realisasikan di tahun 2022 sesuai rencana. Ini sebenarnya berhubungan dengan pertanyaannya apakah rencana ini akan dijalankan? Iya, bahkan kita akan sebagian percepat,” ungkap Andre, sapaan akrabnya, dalam acara diskusi secara daring yang diadakan Sandler Training Indonesia, Rabu (27/7/2022).

Advertisement

Andre mengatakan, pandemi Covid-19 sulit diprediksi. Perseroan semula memperkirakan pemulihan kinerja secara signifikan akan terjadi di kuartal III-2022. Namun, ternyata sudah mulai terjadi di kuartal II-2022.

“Jadi kita sebagian besar dari Rp 1,2 triliun itu kita rencanakan sejak tahun lalu untuk kita realisasikan di semester ke-2 ini. Hanya yang tadinya lebih heavy di kuartal IV kita tarik lebih cepat di kuartal III karena di kuartal II recovery setelah Omicron itu sangat-sangat baik sehingga our prediction sebenarnya miss,” lanjut Andre.

“Dari yang kita expect recovery cepat di kuartal III ternyata recovery cepat di kuartal II sudah terjadi. Even during Ramadan dan pasca-Lebaran yang kita expect ada PPKM ternyata tidak ada. Sehingga itu berlanjut terus yang surprisingly sangat positif dan sangat baik buat kita,” tambah Andre.

Oleh karena itu, papar dia, perseroan sekarang dihadapkan pada masalah baru, yakni kekurangan armada. Pasalnya, selama dua tahun pandemi Covid-19, BIRD melakukan restrukturisasi jumlah kendaraan yang tersedia. Saat permintaan meningkat sekarang ini, suplai kendaraan belum bertambah.

“Pada saat itu pick up tidak cukup armadanya di kuartal ke-2, tapi di kuartal ke-3 ini kita sudah mulai merealisasikan jumlah yang cukup banyak setiap bulannya sampai dengan akhir tahun,” sambung Andre.

Baca juga: Medco Energi (MEDC) Bakal Tebar Dividen Rp 542,72 M

Dia kembali menekankan, realisasi capital expenditure (capex) Rp 1,2 triliun pasti akan direalisasikan sampai akhir tahun ini karena utilisasi armada sudah di atas 90% untuk taksi.

“Itu berarti ada hari-hari yang kita tak ada lagi armadanya yang nganggur di beberapa branch kita dan penghasilan per kendaraan cukup tinggi, lebih tinggi dari pada normal. Jadi kalau direalisasikan tanpa ada PPKM lagi tahun ini akan lebih baik dari prapandemi,” pungkas Andre.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com