Demand Naik Armada Kurang, Blue Bird (BIRD) Percepat Belanja Kendaraan Rp 1,2 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) memastikan akan merealisasikan pembelian armada dengan nilai mencapai Rp 1,2 triliun.
Wakil Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono menjelaskan, perseroan telah mencanangkan pembelian armada Rp 1,2 triliun untuk tahun ini dan akan mulai direalisasikan pada semester kedua.
“Memang kita canangkan Rp 1,2 triliun. Kita akan realisasikan di tahun 2022 sesuai rencana. Ini sebenarnya berhubungan dengan pertanyaannya apakah rencana ini akan dijalankan? Iya, bahkan kita akan sebagian percepat,” ungkap Andre, sapaan akrabnya, dalam acara diskusi secara daring yang diadakan Sandler Training Indonesia, Rabu (27/7/2022).
Andre mengatakan, pandemi Covid-19 sulit diprediksi. Perseroan semula memperkirakan pemulihan kinerja secara signifikan akan terjadi di kuartal III-2022. Namun, ternyata sudah mulai terjadi di kuartal II-2022.
“Jadi kita sebagian besar dari Rp 1,2 triliun itu kita rencanakan sejak tahun lalu untuk kita realisasikan di semester ke-2 ini. Hanya yang tadinya lebih heavy di kuartal IV kita tarik lebih cepat di kuartal III karena di kuartal II recovery setelah Omicron itu sangat-sangat baik sehingga our prediction sebenarnya miss,” lanjut Andre.
“Dari yang kita expect recovery cepat di kuartal III ternyata recovery cepat di kuartal II sudah terjadi. Even during Ramadan dan pasca-Lebaran yang kita expect ada PPKM ternyata tidak ada. Sehingga itu berlanjut terus yang surprisingly sangat positif dan sangat baik buat kita,” tambah Andre.
Oleh karena itu, papar dia, perseroan sekarang dihadapkan pada masalah baru, yakni kekurangan armada. Pasalnya, selama dua tahun pandemi Covid-19, BIRD melakukan restrukturisasi jumlah kendaraan yang tersedia. Saat permintaan meningkat sekarang ini, suplai kendaraan belum bertambah.
“Pada saat itu pick up tidak cukup armadanya di kuartal ke-2, tapi di kuartal ke-3 ini kita sudah mulai merealisasikan jumlah yang cukup banyak setiap bulannya sampai dengan akhir tahun,” sambung Andre.
Dia kembali menekankan, realisasi capital expenditure (capex) Rp 1,2 triliun pasti akan direalisasikan sampai akhir tahun ini karena utilisasi armada sudah di atas 90% untuk taksi.
“Itu berarti ada hari-hari yang kita tak ada lagi armadanya yang nganggur di beberapa branch kita dan penghasilan per kendaraan cukup tinggi, lebih tinggi dari pada normal. Jadi kalau direalisasikan tanpa ada PPKM lagi tahun ini akan lebih baik dari prapandemi,” pungkas Andre.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






