Tak Hanya Kenaikan Suku Bunga, Sikap The Fed Bikin Investor Kripto Bergairah
JAKARTA, investor.id – Pergerakan pasar aset kripto pagi tadi sangat menggembirakan. Setelah melakukan aksi wait and see sejak awal pekan hingga membuat sejumlah kripto turun nilainya, investor kini terlihat percaya diri melakukan akumulasi.
Menurut Trader Tokocrypto Afid Sugiono, investor makin bergairah masuk ke pasar setelah mendengar hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed, Kamis dini hari (28/7/2022). Dalam rapat tersebut, The Fed menepati janjinya untuk mengerek suku bunga acuan 75 basis poin.
Di samping itu, ada hal yang tampaknya membuat investor tenang adalah sikap Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengatakan kemungkinan besar kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang. Namun, setelah bulan selanjutnya, ada sinyal The Fed kemungkinan bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga untuk mengevaluasi dampak kebijakan moneternya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS.
“Tingginya aksi akumulasi di pasar kripto juga didorong oleh sentimen kinerja dari indeks pasar saham AS, setelah nilai saham perusahaan raksasa teknologi, seperti Microsoft dan Alphabet membukukan pertumbuhan tinggi. Investor kripto kerap menggunakan indeks saham AS, utamanya saham-saham teknologi, sebagai tolok ukur untuk melakukan akumulasi,” jelas Afid.
Terlebih, kini korelasi pergerakan harga aset kripto, terutama Bitcoin dengan indeks saham AS, sudah berada di skor 0,8 dari 1 atau mendekati level paritas sempurna. Sementara itu, kinerja indeks dolar AS dan kripto sangat berlawanan.
Kabar positif lainnya datang dari jaringan Ethereum yang akhirnya merilis shadow fork menjelang pembaruan di jaringan uji cobanya bernama Goerli. Proyek ini membawa selangkah lebih dekat sebelum Ethereum benar-benar melakukan pembaruan jaringan utama The Merge pada September nanti.
Kabar tersebut membuat harga ETH dan Ethereum Classic (ETC) mampu mengalahkan kinerja Bitcoin dalam sehari terakhir. Kemungkinan harga ETH bisa terus menembus level resistensi dengan target kenaikan pada harga US$ 1.697.
Sementara itu, investor makin percaya diri untuk akumulasi Bitcoin. Fear & Greed Index Bitcoin pagi ini naik dari 28 ke 32, walaupun masih di level "Fear". Harga BTC kini ditargetkan naik hingga pada level resistensi di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.
“Kenaikan harga kripto kemungkinan besar akan berlangsung beberapa hari ke depan. Meski begitu, secara umum pasar kripto masih sideways, belum bull run signifikan,” ujar Afid.
Sejauh ini, belum ada sentimen negatif yang bisa memberikan pukulan terhadap pasar. Hal yang harus diwaspadai adalah nanti ada banyak trader atau bahkan whales yang mulai akumulasi keuntungan atau profit taking, sehingga aksi jual akan lebih banyak dan membuat harga kripto sedikit turun.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





