Jumat, 15 Mei 2026

Upaya Menuju Profitabilitas, Begini Prospek Saham Bukalapak (BUKA)

Penulis : Suherman
2 Aug 2022 | 13:02 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi. (Sumber: Bukalapak)
Ilustrasi. (Sumber: Bukalapak)

JAKARTA, Investor.id - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sudah berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan laba bersih ke depan. Hal ini terlihat dari perbaikan kinerja keuangan perseroan hingga paruh pertama tahun ini.

Indikator perbaikan ditunjukkan penurunan rugi bersih sejalan dengan peningkatan margin kontribusi dan rugi EBITDA kian mengecil. Peningkatan dipengaruhi atas penurunan biaya yang signifikan, khususnya biaya S&M. Sedangkan tingkat pertumbuhan TPV juga masih tetap tinggi sama seperti kuartal sebelumnya.

Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan pandangan positif terhadap perseroan, khususnya atas keberhasilan dalammemangkas rugi margin kontribusi setelah S&M dari Rp 136,2 miliar menjadi Rp 74,1 miliar. Melihat data tersebut, perseroan kemungkinan membukukan laba margin kontribusi setelah S&M tahun ini senilai Rp 234 miliar.

ADVERTISEMENT

“Kami memperkirakan perseroan bisa berbalik laba margin kontribusi menjadi Rp 234 miliar tahun ini. Dengan demikian, jalan bagi perseroan meraih keuntungan kian dekat,” terangnya.

Tidak hanya itu, Mandiri Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap peningakatan transaksi Mitra Bukalapak yang menjadi faktor utama pendongkrak TPV perseroan. Sedangkan EBITDA perseroan diprediksi mulai positif tahun 2024 dengan tren penurunan dalam beberapa kuartal mendatang.

Perseroan mencatatkan kenaikan TPV mencapai 24,6% menjadi Rp 70,7 triliun hingga semester I-2022. Angka tersebut setara dengan 40,3% dari target Mandiri Sekuritas dan 41,5% dari target konsensus analis.

Sedangkan pendapatan bersih meleast 95,8% menjadi Rp 1,7 triliun. Angka tersebut sudah melampaui perkiraan atau setara dengan 60% dari estimasi Mandiri Sekuritas dan 57% dari proyeksi konsensus analis.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BUKA dengan target harga Rp 675 per saham.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia