Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Meredup Dibebani Laporan EIA Serta Keputusan OPEC+

Penulis : Indah Handayani
4 Aug 2022 | 11:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara
Ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan,  Harga minyak pagi ini terpantau bergerak turun ke level US$ 90 per barel dibebani oleh sentimen pasca rilisnya laporan stok mingguan EIA serta keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi bulan September. Meski demikian, penurunan pasokan minyak di jaringan pipa CPC membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, OPEC dan sekutunya pada pertemuan hari Rabu menyepakati untuk meningkatkan produksi bulan September sebesar 100 ribu bph, salah satu peningkatan produksi minyak terkecil yang dilakukan sepanjang sejarah OPEC+. Keputusan OPEC+ tersebut gagal memenuhi ekspektasi yang diharapkan oleh AS, dimana dalam kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi telah mendesak agar aliansi OPEC+ dalam menambah produksi setidaknya 300 ribu bph.

Belum ada indikasi apakah OPEC+ akan terus meningkatkan produksi di bulan-bulan berikutnya, ungkap para delegasi yang hadir dalam pertemuan. Aliansi 23 negara produsen ini dijadwalkan akan bertemu kembali pada 5 September.

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 4.47 juta barel, kenaikan tersebut diluar prediksi awal yang memperkirakan stok turun sebesar 629 ribu barel. Untuk stok bensin juga naik tak terduga sebesar 163 ribu barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan terjadinya penurunan sebesar 1.61 juta barel.

“Data dari EIA tersebut mengindikasikan kondisi permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (4/8/2022).

Turut membebani pergerakan harga minyak, Tim Research and Development ICDX menyebut, para pejabat Iran dan AS dijadwalkan akan melanjutkan kembali negosiasi nuklir di Wina minggu ini, ungkap para pejabat dari kedua negara pada hari Rabu. Sinyal dilanjutkan kembali negosiasi nuklir ini memicu potensi kembalinya barel Iran ke pasar minyak global.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX dukungan pada pasar minyak datang dari pernyataan Caspian Pipeline Consortium (CPC) yang pada hari Rabu mengatakan bahwa pasokan minyak telah turun secara signifikan akibat jadwal pemeliharaan di ladang Kazakh Tengiz serta penghentian produksi di ladang Kazakh lainnya, tanpa merinci dengan jelas berapa besar penurunan yang terjadi. Jaringan pipa CPC menghubungkan ladang minyak Kazakh dengan pelabuhan Novorossiisk di Laut Hitam Rusia, yang berkontribusi sekitar 1% terhadap pasokan minyak global.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 85 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 43 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia