Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Blak-blakan soal Kendaraan Listrik

Penulis : Muawwan Daelami
4 Aug 2022 | 22:56 WIB
BAGIKAN
GoTo. (Foto: Perseroan)
GoTo. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menargetkan transisi kendaraan listrik bisa selesai pada 2030. Emiten teknologi yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada April 2022 tersebut, memiliki rencana untuk mengubah seluruh armada pengemudi menggunakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di 2030.

Transisi kendaraan listrik tersebut merupakan bagian dari komitmen nol emisi perseroan pada 2030. Deputy Chief of Corporate Affairs Gojek Audrey Progastama Petriny menyampaikan bahwa pada awal tahun ini, perseroan telah memperluas komitmen nol emisi berupa komitmen terhadap nol sampah, nol emisi, dan terakhir komitmen terhadap nol hambatan di seluruh ekosistem GoTo.

“Target ini kami harapkan dapat tercapai pada 2030, atau delapan tahun dari sekarang. Karena itu pada awal tahun ini, tiga komitmen tersebut kami perluas ke seluruh ekosistem GoTo. Jadi bukan hanya di Gojek,” kata Audrey dalam acara Peluncuran Kreasi Pewarta Anak Bangsa (KPAB) 2022 dan Webinar Dukungan Ekosistem Digital dalam Pemulihan Ekonomi Nasional kala Pandemi, Kamis (4/8/2022).

ADVERTISEMENT

Khusus terkait komitmen nol emisi, Audrey menambahkan, perseroan melalui Gojek mulai melakukan transisi dari energi kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik untuk mengurangi emisi karbon. Dengan begitu, diharapkan layanan transportasi di ekosistem Gojek tidak lagi meninggalkan jejak karbon ke depannya.

SVP Corporate Affairs, Operations Transport & Logistics Gojek Rub W Purnomo sebelumnya mengatakan bahwa untuk mencapai komitmen nol emisi pada 2030, Gojek bersama PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah membentuk perusahaan patungan bernama Electrum.

“Electrum ini bersinergi dengan Pertamina, Gogoro, dan Gesits untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik yang terintegrasi dan terlengkap di Indonesia,” tutur Rubi.

Di samping berdampak positif bagi lingkungan, dengan menggunakan kendaraan listrik, para mitra driver juga bisa melakukan penghematan biaya operasional hingga 30% dalam sebulan lantaran adanya penghematan pembelian bensin, pergantian oli, dan perawatan kendaraan lainnya.

Menurut Rubi, sejak ekosistem kendaraan listrik diluncurkan pada Februari 2022, para pelanggan memberikan sambutan yang cukup antusias. Hal ini tercermin dari kenaikan jumlah order yang mencapai hingga dua kali lipat pada April.

Berkat permintaan yang tinggi itulah, Electrum di sepanjang masa percobaannya mampu mencapai target jarak tempuh sepanjang satu juta kilometer hanya dalam jangka waktu tiga bulan dari sebelumnya ditargetkan tercapai dalam setahun.

“Hal ini merupakan awal yang baik bagi kami untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan menjadi pertimbangan lanjutan buat Electrum untuk meningkatkan jumlah ribuan motor listrik dan memperluas cakupan wilayah operasionalnya nanti,” papar Rubi.

Tentu, sambung Rubi, capaian tersebut juga tidak lepas dari peran ratusan mitra driver Gojek yang telah ikut memperkenalkan perjalanan dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan di ekosistem Gojek kepada masyarakat secara luas.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia