Jumat, 15 Mei 2026

Berbalik Untung di 2021, Akan Seperti Apa Kinerja Kusuma Kemindo (KKES) Tahun Ini?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
8 Aug 2022 | 11:02 WIB
BAGIKAN
PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES). (Foto: Ist)
PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES). (Foto: Ist)

JAKARTA, investor.id – PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/8/2022). Perseroan juga sebelumnya sudah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan menetapkan harga Rp 105 per saham.

Dengan melepas sebanyak 300 juta saham baru saat IPO, maka dana yang diraih KKES sebesar Rp 31,5 miliar. IPO dari perusahaan distribusi kimia tersebut juga mendapat respon positif dari berbagai investor hingga mengalami kelebihan permintaan sekitar 30,45 kali

Dana yang diperoleh dari IPO tersebut sebanyak 95% akan digunakan sebagai modal kerja untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perseroan dengan rincian antara lain 30% untuk biaya operasional dan 65% untuk pembelian barang dagangan dan pelunasan utang usaha kepada pemasok.

ADVERTISEMENT

Sisanya sebesar 5% akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi perseroan termasuk digitalisasi IT untuk sales, delivery, inventory, dan logistic.

Dalam keterangan pers perseroan, Senin (8/8/2022), disebutkan bahwa PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk adalah perusahaan yang terus berkembang. Perseroan yang  berdiri pada 9 November 1990 itu pada akhir 2021 memiliki aset sebesar Rp 112,10 miliar dibandingkan Rp 103,56 miliar pada 2020. Pada Maret 2022 (unaudited), aset tersebut naik menjadi Rp 119,21 miliar.

Sementara itu, liabilitas perseroan per Maret 2022 juga sebesar Rp 83,98 miliar. Pada akhir 2021, liabilitas perseroan sebesar Rp 80,74 miliar dan Rp 90,94 pada 2020.

Sedangkan, ekuitas pada akhir Maret 2022 (unaudited) mencapai Rp 35,23 miliar dan pada 2021 tercatat Rp 31,96 miliar naik dari Rp 12,62 miliar yang dibukukan pada 2020.

Perseroan juga membukukan pertumbuhan pendapatan pada 2021 menjadi Rp 226,40 miliar dari Rp 205,05 miliar. Sedangkan pada Maret 2022, perseroan membukukan pendapatan (unaudited) sebesar Rp 62,37 miliar.

Perseroan meraih laba kotor pada 2021 sebesar Rp 43,88 miliar naik dari 2020 yang sebesar Rpv35,35 miliar. Per Maret 2022, perseroan membukukan laba kotor Rp 13,09 miliar sedangkan laba tahun berjalan per Maret 2022 (unaudited) sebesar Rp 3,87 miliar.

Perseroan pada tahun 2021 mencatat prestasi gemilang dengan diraihnya laba tahun berjalan mencapai Rp 18,49 miliar setelah pada tahun 2020 membukukan rugi Rp 8,89 miliar.

Saat ini posisi return on assets (ROA) perseroan tercatat 3,25% dan return on equity (ROE) sebesar 10,98%.

Dalam menghadapi persaingan usaha, perseroan memiliki strategi usaha yang handal dalam meningkatkan kinerja usaha dan bisnis dalam beberapa tahun ke depan. Karena perseroan memiliki sejumlah keunggulan di antaranya berpengalaman lebih dari 32 tahun di bidang bisnis distribusi bahan baku dan barang kimia, sehingga memiliki high skill yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan usaha maupun membangun berbagai strategi.

Keunggulan lain adalah perseroan sangat adaptif terhadap perubahan dan teknologi baru, high efficiency, smart strategy, good SOP dan GCG, serta integritas yang kuat.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia