Jumat, 15 Mei 2026

Diperkuat, Sinergi Bank Jago (ARTO) dengan GOTO

Penulis : Prisma Ardianto
9 Aug 2022 | 21:13 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers kolaborasi PT Bank Jago Tbk bersama GoBiz, bagian dari Grup GOTO, di Jakarta, Selasa (9/8/2022). (Prisma Ardianto/Investor Daily)
Konferensi pers kolaborasi PT Bank Jago Tbk bersama GoBiz, bagian dari Grup GOTO, di Jakarta, Selasa (9/8/2022). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) optimistis mencapai target pertumbuhan kredit 30-40% pada 2022. Pertumbuhan itu salah satunya bakal didukung dengan kolaborasi bersama ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Hingga semester I-2022, Bank Jago membukukan kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp 7,04 triliun atau tumbuh 34,38% dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun penyaluran kredit kepada pihak berelasi GOTO, yakni PT GOFIN Karya Anak Bangsa, mencapai Rp 149,71 miliar atau setara 3,02%.

"Mengenai target (kredit), kami tetap berdasarkan business plan, Insya Allah bisa tercapai. Kalau melihat ke belakang, kami konsisten menambah fitur dan kerja sama. Ke depan, kami bisa pertahankan hal itu karena memang (strategi) berdasarkan ecosystem based dan life centric," kata Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar di Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Adapun loan to deposit ratio (LDR) emiten berkode saham ARTO tersebut mencapai 119%, dalam posisi yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata industri. Seiring dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di posisi tebal yakni 110%.

ADVERTISEMENT

Menurut Kharim, struktur permodalan tersebut memungkinkan perusahaan untuk sementara tidak terlalu ekspansif mencari dana pihak ketiga (DPK). Perusahaan berupaya memaksimalkan ruang permodalan yang ada saat ini untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan, termasuk salah satunya dalam rangka penyaluran kredit.

"Kami bisa men-utilize sebanyak-banyaknya dari modal. Itu juga membuat kita untuk bisa terus berkembang. Tapi tentunya bukan berarti kita tidak mencari dana pihak ketiga. Dengan kerja sama bersama merchant (Gobiz) dan sebagainya tentu dana pihak ketiga juga akan meningkat," kata dia.

DPK Bank Jago sendiri dilaporkan meningkat 253% year on year (yoy) menjadi Rp 6,1 triliun pada semester I-2022. Jika ditilik lebih lanjut, perolehan ini tidak terlepas dari kontribusi GOTO yang menempatkan dananya pada pos giro sebesar Rp 1,45 triliun atau mencakup 87,77% dari total giro bank.

GOTO juga tercatat menempatkan dananya berupa deposito berjangka senilai Rp 110 miliar, mencakup 5,59% dari total deposito bank, serta deposito mudharabah mencapai Rp 210,06 miliar atau mencapai 81,24% dari total total deposito mudharabah bank.

Jika ditotal, GOTO menempatkan dana mencapai Rp 1,77 triliun di ARTO per semester I-2022. GoTo pun tidak sendiri, perusahaan dalam ekosistem seperti Gopay dan Midtrans turut menempatkan dana berupa giro di ARTO. "Semua kerja sama di ekosistem itu membawa new user dan mereka membawa DPK," imbuh Kharim.

Sinergi GoTo Financial

Terbaru, Bank Jago memantapkan kolaborasinya dengan ekosistem layanan keuangan GoTo Financial. Kerja sama yang dilakukan berupa layanan perbankan yang dapat membantu pengelolaan keuangan mitra usaha GoBiz.

Pada tahap awal, layanan bernama Jagi Merchant ini memiliki beberapa layanan. Misalnya membuka rekening Bank Jago, mengelola keuangan usaha menggunakan fitur Kantong Jago, dan mengakses layanan keuangan di aplikasi Jago, lebih mudah dari aplikasi GoBiz.

"Kolaborasi hari ini baru permulaan. Kami akan terus menawarkan solusi komprehensif bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Kami berkomitmen dapat terus menawarkan berbagai layanan dan fitur baru untuk melengkapi solusi pengelolaan keuangan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan skala usahanya," beber Kharim.

Head of Merchant Business Bank Jago Vincent C Soegianto mengatakan bahwa kerja sama berkelanjutan ini membuat bank mendapatkan data lebih dalam tentang transaksi sejumlah merchant. Dengan data yang mumpuni, kedepan bank memiliki kesempatan untuk bisa menawarkan kredit kepada para merchant GoBiz.

"Kita belum punya target, kita mau pantau dulu perkembangan dan kendalanya. Setelah itu kita bisa lihat friksinya seperti apa, kalau dalam sebulan kita bisa dapat 10 ribu merchant yang kita biayai, maka akan terlihat (target). Sekarang belum terlihat," kata Vincent.

Head of Merchant Platform GoTo Financial Novi Tandjung menyatakan, GoBiz memiliki aspirasi untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Kerja sama ini menyediakan berbagai kemudahan tambahan untuk mendukung produktivitas pelaku usaha hingga mereka dapat meningkatkan skala usahanya.

"Di tahap awal, kolaborasi di aplikasi Jago dan GoBiz akan dapat dinikmati oleh para mitra usaha bidang kuliner di GoBiz, dan kemudian dapat dikembangkan bagi mitra usaha yang lebih luas di dalam ekosistem GoTo Financial lainnya," jelas Novi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia