Jumat, 15 Mei 2026

Nantikan Data Baru Inflasi AS, Pasar Kripto Tertekan

Penulis : Lona Olavia
10 Aug 2022 | 13:58 WIB
BAGIKAN
Foto Ilustrasi: Bitcoin
Foto Ilustrasi: Bitcoin

JAKARTA, investor.id -  Badai kembali menghantam pasar aset kripto. Pergerakan pasar pada Rabu (10/8/2022) siang terpantau terkoreksi, dan ini mengakhiri reli kencang yang sudah berlangsung sejak awal pekan lalu.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (10/8) pukul 13.55 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami penurunan cukup dalam ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 3,71% ke US$ 22.922,63 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam 5,26% ke US$ 1.678,63 di waktu yang sama. Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) punya nasib yang lebih buruk karena anjlok masing-masing 6,77% dan 7,60%.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono, melihat sejauh ini mulai kehabisan bensin untuk melaju sejak Selasa (9/8/2022) sore. Ada beberapa penyebab market berbalik arah, seperti volume perdagangan yang belum menunjukan peningkatan yang signifikan hingga antisipasi perilisan data inflasi AS untuk bulan Juli.

ADVERTISEMENT

“Sepertinya keyakinan investor sudah mulai goyah setelah melihat bahwa penguatan aset kripto sejatinya tak dibarengi dengan kenaikan volume perdagangan. Kemudian, dari sisi teknikal investor gagal mempertahankan nilai BTC di level psikologisnya US$ 23.000. Lalu, yang utama adalah siap-siap perilisan CPI atau data inflasi AS,” kata Afid, Rabu (10/8/2022).

Afid menambahkan pelemahan aset kripto pagi ini sejalan dengan volume perdagangan harian yang cukup rendah dibanding hari-hari sebelumnya. Hal tersebut jadi indikasi investor tengah memasang sikap bertahan atau wait and see.

Investor sedang galau atau memang kurang yakin dengan arah pergerakan harga aset kripto saat ini, sehingga susah bersikap terlalu bullish dalam price actions. Terlebih perilisan data inflasi Juli AS akan dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus.

“Jika data inflasi AS melebihi proyeksi 8,7%, maka ada kemungkinan The Fed akan semangat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di rapat FOMC berikutnya. Dampaknya, situasi pemulihan ekonomi akan melambat dan pasar investasi berisiko, seperti kripto akan terus tertekan,” jelasnya.

Dari perspektif teknikalnya, perdagangan Bitcoin turun di bawah garis trennya, bisa dinyatakan sebuah sinyal bahwa ada keyakinan terbatas dalam pergerakan harga lebih rendah.

“Jika Bitcoin gagal merebut kembali tren di level US$ 22.930, tampaknya akan diposisikan mengalami penurunan yang signifikan. Level support terdekat kini berada dikisaran US$ 22.000.

Sementara, Ethereum sangat penting bagi untuk mempertahankan zona dukungan US$ 1.690-US$ 1.700 untuk terus bull. Namun, tekanan pasar saat ini dapat mendorong ETH ke level US$ 1.580,” sebut Afid.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia