XL Axiata (EXCL) Ungkap Rincian Rencana Rights Issue, Jumbo Nih?
JAKARTA, investor.id - PT XL Axiata Tbk (EXCL) siap melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan mengeluarkan saham baru sebanyak-banyaknya 2,75 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Aksi korporasi tersebut telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (10/8/2022).
Direktur & Chief Financial Officer XL Axiata Budi Pramantika mengatakan, perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana bersih yang diperoleh dari PUT III, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, akan digunakan untuk membayar utang.
“Perseroan memperkirakan bahwa rencana PUT III dapat memperkuat struktur permodalan perseroan guna mengembangkan kegiatan usaha penyelenggaraan jasa telekomunikasi dan atau jaringan telekomunikasi dan atau multimedia yang merupakan bagian dari kegiatan usaha utama perseroan, serta peruntukan lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis perseroan sehingga akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan perseroan,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (10/8/2022).
Pada penutupan perdagangan, Rabu (10/8/2022) harga saham EXCL ditutup di level Rp 2.720 per saham. Jika EXCL mengeksekusi rights issue di harga ini, maka perusahaan bakal meraup dana segar sekitar Rp 7,48 triliun.
Perseroan berencana untuk melaksanakan penambahan modal melalui PUT III dengan memberikan HMETD dimaksud dalam periode 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.
Dalam PUT III, apabila tidak ada atau hanya sebagian dari pemegang saham yang melaksanakan HMETD yang mereka miliki, maka seluruh sisa saham baru yang tidak diambil bagian atau dibeli tersebut akan dibeli oleh pembeli siaga, yang akan ditunjuk kemudian. Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya, maka persentase kepemilikannya atas perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 20,49%.
Selain itu, RUPSLB juga memberikan persetujuan perubahan susunan anggota dewan komisaris perseroan. Hal ini menyusul diterimanya surat pengunduran diri dari Dato’ Mohd. Izzaddin Bin Idris selaku anggota komisaris perseroan. Dengan diterimanya pengunduran diri sebagaimana persetujuan di atas, susunan anggota dewan komisaris perseroan terhitung sejak ditutupnya RUPSLB adalah sebagai berikut:
Presiden Komisaris : Muhamad Chatib Basri
Komisaris : Hans Wijayasuriya (Shridhir Sariputta Hansa Wijayasuriya)
Komisaris : Vivek Sood
Komisaris : David R. Dean
Komisaris Independen : Yasmin Stamboel Wirjawan
Komisaris Independen : Muliadi Rahardja
Komisaris Independen : Julianto Sidarto
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



