Penjualan Diprediksi Mulai Bangkit Tahun Depan, Begini Prospek Saham Sido Muncul (SIDO)
JAKARTA, Investor.id - Melandainya kasus Covid-19 di Indonesia justru berimbas negatif terhadap penjualan jamu herbal dan suplemen PT Sido Muncul Tbk (SIDO). Hal ini terlihat dari realisasi kinerja keuangan perseroan sepanjang semester I-2022.
Sedangkan kebangkitan penjualan dan kinerja keuangan Sido Muncul diprediksi mulai terjadi pada 2023. Perkiraan ini sejalan dengan ekspektasi berlanjutnya inovasi produk, peningkatan basis pelanggan, dan perluasan jaringan distribusi.
Kondisi tersebut mendorong Samuel Sekuritas Indonesia untuk merevisi turun target saham dan kinerja keuangan Sido Muncul. Samuel Sekuritas merevisi turun target laba bersih SIDO tahun ini dari Rp 1,44 triliun menjadi Rp 1,03 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 4,58 triliun menjadi Rp 3,75 triliun.
Pemangkasan tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merevisi turun rekomendasi saham SIDO menjadi hold dengan target harga Rp 830 dibandingkan penutupan pekan lalu Rp 770, sehingga masih ada potensi kenaikan harga.
Analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia mengungkapkan, penurunan laba bersih Sido Muncul pada semester I-2022 disebabkan merosotnya volume penjualan segmen utama jamu herbal dan suplemen. Hal ini kemungkinan dipengaruhi melemahnya permintaan suplemen, seiring dengan melandainya kasus Covid-19.
“Kami memperkirakan tren penurunan ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun, sehingga kami menurunkan proyeksi untuk pendapatan perseroan sebesar 8,1% dari proyeksi sebelumnya dan laba bersih dipangkas 28,8% dari proyeksi semula,” tulis Pebe Peresia dalam riset terbarunya.
Terkait realisasi penurunan pendapatan perseroan sebesar 2,6% menjadi Rp 1,6 triliun pada semester I-2022 berada di bawah ekspektasi atau hanya merefleksikan 35,2%. Angka ini lebih rendah dari rata-rata rasio pendapatan dalam lima tahun terakhir mencapai 44,8%. Perseroan juga mencatat penurunan GPM konsolidasi sebanyak 320bps menjadi 53,0% disebabkan oleh adanya perubahan pada revenue mix.
“Kami melihat kontribusi penjualan segmen jamu herbal dan suplemen dengan margin kotor 66,4%, tertinggi di antara semua segmen bisnis SIDO, mengakibatkan penurunan margin kotor perseroan menjadi dari 64,1% menjadi 61,3%. Penurunan margin juga dipengaruhi atas kenaikan harga bahan baku serta fixed cost/sales,” terangnya.
Penurunan kinerja keuangan Sido Muncul diprediksi berlanjut hingga kuartal selanjutnya, salah satunya akibat high base effect tahun lalu (terutama gelombang kedua COVID-19 pada kuartal III-2021 meningkatkan permintaan untuk suplemen SIDO).
Sebab itu, Samuel Sekuritas memilih untuk merevisi turun target pendapatan dan laba bersih SIDO tahun 2022 masing-masing -18,1% dan -28,2% dibandingkan proyeksi semula. “Kami memperkirakan SIDO akan kembali menunjukkan pertumbuhan tahun 2023 yang didorong oleh inovasi produk baru, pembukaan gerai-gerai baru, dan ekspansi penjualan ekspor,” jelasnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler


