Jumat, 15 Mei 2026

Isyarat Saudi Tambah Pasokan Buat Minyak Kian Terpukul

Penulis : Indah Handayani
15 Aug 2022 | 11:23 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
 Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau merosot turun dibebani oleh isyarat peningkatan produksi Aramco serta eskalasi tensi lebih lanjut antara AS dan Tiongkok. Selain itu, meredanya kekhawatiran akan gangguan pasokan di dua pipa minyak utama AS juga turut memberikan tekanan pada harga minyak.

CEO Saudi Aramco Amin H Nasser mengatakan optimistis bahwa permintaan minyak akan terus tumbuh selama sisa dekade ini. Meskipun ada tekanan ekonomi yang menurun pada perkiraan global jangka pendek. Selain itu, Saudi Aramco siap memompa minyak dengan kapasitas penuh 12 juta bph, jika pemerintah Saudi memintanya, tambah Nasser.

“Pernyataan tersebut menguatkan potensi Saudi untuk meningkatkan produksi lebih lanjut setelah berakhirnya kesepakatan produksi OPEC+ bulan September,” tulis Tim Research and Development ICDX dalm risetnya, Senin (15/8/2022).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, tensi AS dan Tiongkok yang semakin membara juga turut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut. Menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada awal Agustus yang memicu tensi antara AS dan Tiongkok, anggota parlemen AS dilaporkan tiba di Taiwan pada hari Minggu dalam rangka perjalanan kerja selama 2 hari untuk bertemu dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.

“Perkembangan situasi tersebut semakin menambah kekhawatiran akan mengarah pada potensi terjadinya perang tarif baru antara AS dan Tiongkok,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Dari AS, kerusakan komponen pada dua pipa minyak yang sempat mengganggu produksi beberapa anjungan lepas pantai Teluk Meksiko telah berhasil diperbaiki pada Jumat malam, dan para produsen telah mengaktifkan kembali kegiatan operasional yang terhenti, ungkap seorang pejabat Louisiana. Pipa Amberjack dan Mars membawa sekitar 600 ribu barel minyak per hari dari beberapa fasilitas produksi di lepas pantai Louisiana, seperti Shell, Chevron Corp dan Equinor.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, dukungan terhadap harga minyak datang dari berita bahwa perusahaan minyak Venezuela PDVSA telah menangguhkan sementara pengiriman minyak mentah ke Eropa dan meminta Eni Italia dan Repsol Spanyol untuk melakukan barter dengan bahan bakar sebagai imbalan kargo masa depan, ungkap tiga orang yang mengetahui masalah tersebut.

Sebelumnya, AS memberikan kelonggaran pada Venezuela untuk dapat melakukan pengiriman minyak selama hal itu dilakukan untuk melunasi akumulasi utang PDVSA kepada usaha patungan dengan Eni dan Repsol. Penangguhan pasokan minyak tersebut akan membuat krisis pasokan energi di Eropa menjadi semakin memburuk.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 85 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia