Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Terkonsolidasi Dibayangi Beragam Sinyal OPEC+

Penulis : Indah Handayani
18 Aug 2022 | 11:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, meskipun rilisnya data stok EIA mendukung harga minyak. Namun, beragam sinyal dari OPEC+ membuat pergerakan harga minyak pagi ini ikut bergerak terkonsolidasi. OPEC memperingatkan risiko ketatnya pasokan di tengah permintaan yang kuat, akan tetapi laporan di pasar menunjukkan peningkatan produksi di dua produsen utama OPEC+ yakni Arab Saudi dan Rusia.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan merosot drastis sebesar 7.06 juta barel, melebihi proyeksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 275 ribu barel. Untuk stok bensin juga turun sebesar 4.64 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1.10 juta barel.

“Laporan EIA tersebut mengindikasikan menguatnya permintaan di pasar energi AS,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (18/8/2022).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX mengatakan menambahkan, turut mendukung pergerakan harga minyak, Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al-Ghais memperingatkan risiko kekurangan pasokan di pasar akibat berkurangnya cadangan produksi di sisi produsen. OPEC dan sekutunya memiliki kapasitas menganggur sekitar 2 juta hingga 3 juta bph, atau sekitar 3% dari produksi dunia. Namun, Al-Ghais menegaskan bahwa OPEC+ harus menjatah cadangan produksi yang ‘sangat terbatas’ dengan ‘sangat hati-hati’.

Selain itu, Al-Ghais juga memprediksi bahwa permintaan minyak dunia akan meningkat hampir 3 juta barel per hari tahun ini, didukung oleh kembalinya Tiongkok dari penguncian terkait Covid. OPEC+ dijadwalkan akan bertemu kembali pada 5 September mendatang.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, produksi minyak mentah Arab Saudi bulan Juni naik menjadi 10.65 juta bph dari 10.54 juta bph pada Mei, yang sekaligus merupakan level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, ungkap laporan yang dirilis hari Rabu oleh Joint Organizations Data Initiative (JODI). Selain itu, ekspor minyak mentah pada Juni juga dilaporkan naik sekitar 2% menjadi 7.20 juta bph dari sekitar 7.05 juta bph yang dilaporkan untuk Mei.

“Laporan tersebut semakin menguatkan isyarat Saudi untuk menambah pasokan, sebagaimana yang disampaikan oleh kepala eksekutif perusahaan minyak negara Saudi Aramco pada pekan lalu,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Masih dari sisi pasokan, Tim Research and Development ICDX menyebut, Rusia telah mulai meningkatkan produksi minyak secara bertahap pasca embargo terkait invasi Ukraina, dan peningkatan pembelian dari Asia, yang sekaligus membuat Rusia meningkatkan perkiraan untuk produksi dan ekspor hingga akhir 2025, ungkap dokumen kementerian ekonomi yang ditinjau oleh Reuters. Dalam dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa pendapatan Rusia dari ekspor energi diperkirakan akan naik 38% pada tahun ini didorong oleh volume ekspor minyak yang lebih tinggi, ditambah dengan kenaikan harga gas.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 80 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 43 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia