Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Bergerak Datar Menanti Katalis Baru

Penulis : Indah Handayani
19 Aug 2022 | 11:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara
ilustrasi harga minyak sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak datar menanti katalis baru di pasar. Sinyal tambahan pasokan dari AS dan Iran membuat harga minyak terbebani. Meski demikian, potensi gangguan lebih lanjut akan pasokan minyak Rusia ke Eropa memberikan dukungan pada harga minyak.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, di tengah kekhawatiran akan resesi, para perusahaan kilang minyak mentah AS menyatakan akan terus beroperasi pada kecepatan penuh di kuartal III ini dengan tujuan menjaga agar harga bensin tetap berada di bawah level tertinggi saat musim semi. Perusahaan kilang AS terbesar berdasarkan kapasitas, Marathon Petroleum Corp, mengatkan akan beroperasi pada 97% dari kapasitas 2.9 juta bph. Kilang terbesar kedua berdasarkan kapasitas, Valero Energy Corp juga mengatakan akan tetap beroperasi pada 90% - 93% dari kapasitas 2.2 juta bph.

“Komitmen dari para perusahaan kilang tersebut memicu kekhawatiran akan mendorong terjadinya pasokan berlebih di pasar, terlebih setelah Saudi Aramco dan Rusia memberikan sinyal akan meningkatkan produksi minyaknya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Jumat (19/8/2022).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Iran diperkirakan akan meningkatkan ekspor minyaknya lebih lanjut didorong oleh penawaran diskon lebih besar terhadap minyak Rusia. Minyak mentah Iran bulan Agustus untuk tujuan Tiongkok ditawarkan dengan diskon US$11 per barel atau sekitar US$8 di bawah harga minyak mentah Rusia. Perusahaan konsultan energi SVB International memperkirakan ekspor minyak Iran pada Juli naik 110 ribu bph dari Juni menjadi 810 ribu bph.

“Selain itu, dengan adanya sinyal kemajuan dalam negosiasi nuklir, maka semakin menguatkan optimisme peningkatan pasokan dari Iran ke pasar minyak global,” papar Tim Research and Development ICDX.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, perusahaan minyak Rusia Lukoil pada hari Kamis memprotes keras keputusan Aker Energy dari Norwegia yang pada hari Rabu memutuskan untuk menunda pengajuan rencana pengembangan ladang minyak Pecan di lepas pantai Ghana. Situasi tersebut berpotensi memicu Rusia untuk menerapkan tekanan lebih lanjut pada Eropa, terutama dari sisi pasokan minyak.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, untuk indikator dalam waktu dekat yang dipantau oleh pasar adalah laporan mengenai jumlah rig minyak AS yang akan dirilis pada akhir pekan nanti oleh perusahaan layanan jasa energi Baker Hughes. Laporan ini biasa dijadikan indikator oleh pasar untuk melihat arah produksi minyak AS di masa mendatang.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 85 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 46 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 50 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia