Jumat, 15 Mei 2026

Luncurkan aplikasi WMS Terintegrasi, Kioson (KIOS) Bidik Pendapatan Naik 25%

Penulis : Lona Olavia
25 Aug 2022 | 09:32 WIB
BAGIKAN
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS)
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS)

JAKARTA, investor.id - PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), emiten teknologi yang bergerak di sektor e-commerce, telekomunikasi, keuangan, dan merchandising merilis aplikasi WMS (warehouse management system).

Aplikasi ini telah terintegrasi ke semua marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Blibli dan Lazada, serta berbagai third party logistik, antara lain J&T, JNE, Sicepat, AnterAja dan masih banyak lagi.

CEO Kioson Andrew meyakini, kehadiran aplikasi WMS tersebut akan semakin mempermudah para pelaku usaha dalam berjual-beli secara online.

ADVERTISEMENT

“Aplikasi WMS KIOS akan membawa kemudahan bagi UKM dalam bertransaksi online. Terlebih, kami menambahkan fitur sameday delivery dengan ongkir yang murah karena gudang KIOS sudah tersebar di banyak tempat,” ungkapnya dalam keterangan resmi Kamis (25/8/2022).

Seperti diketahui, KIOS juga baru saja meluncurkan layanan sameday delivery yang menjangkau 25 kota di seluruh Indonesia usai menggandeng 350 brand usaha kecil dan menengah (UKM) ke dalam ekosistem miliknya. Beberapa merek yang bergabung, di antaranya Gamal Men, Dew It Skin, Edifier, Moft, ARBIT, Rise & Shine by Raisa, Herbami by DJ Katy, Vinyx, Toffin, Forge Active Wear, Nuwa Skin dan lainnya.

Melalui aplikasi WMS ini, tambah Andrew, Kioson memperkirakan akan terjadi peningkatan pendapatan di akhir tahun 2022.

“Kami memprediksi kenaikan pendapatan hingga 20% dengan laba bersih ditargetkan mencapai 25% pada akhir tahun,” pungkasnya.

Target realisasi itu tentu bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Kioson terbukti menjaga kinerja positif setelah sempat terpuruk selama masa pandemi.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi perusahaan tahun 2021, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,5 miliar. Berbanding terbalik dari tahun 2020 yang mengalami kerugian mencapai Rp 41,9 miliar. Adapun laba kotor turut meningkat 124% menjadi Rp 15,3 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia