Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Kembali Menguat, Investor Pilih Tenang

Penulis : Lona Olavia
25 Aug 2022 | 09:48 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi aset kripto, diambil pada 24 Januari 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Ilustrasi aset kripto, diambil pada 24 Januari 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

JAKARTA, investor.id - Pergerakan pasar aset kripto pada Kamis (25/8/2022) pagi terpantau tampil menguat. Sejumlah aset kripto big cap terpantau naik tipis, meskipun laju mereka terbilang tak signifikan. Sehingga, bisa dibilang pergerakan mereka pagi ini cenderung flat atau sideways.

Trader Tokocrypto Nathan Alexander menilai, pergerakan aset kripto yang berada di rentang harga yang terbatas mengindikasikan terjadinya volatilitas yang disebabkan keraguan investor untuk masuk ke market untuk melakukan aksi akumulasi.

Investor bimbang lantaran mengantisipasi simposium The Fed di Jackson Hole, Wyoming, AS, pada Jumat (26/8/2022) waktu setempat. Mereka memilih wait and see terhadap kepastian arah kebijakan moneter AS ke depan ketimbang buru-buru melakukan price actions di pasar kripto.

ADVERTISEMENT

Investor kripto sangat memusatkan perhatian pada pertemuan tersebut, karena melihat apakah The Fed tetap menjalankan janji manis ingin melonggarkan kebijakan moneter AS selepas September 2022. Hanya saja, dalam risalah rapat FOMC Juli yang dirilis pekan lalu, The Fed malah ngotot ingin terus menaikkan suku bunga acuan sampai inflasi AS padam dengan signifikan.

Di samping itu data Glassnode, dalam laporan on-chain terbarunya yang berjudul ‘A Bear Market Mirage’ menyebutkan total arus masuk dan arus keluar di semua exchange kripto turun ke posisi terendah sejak akhir 2020. Penurunan tersebut menunjukkan kurangnya minat investor secara umum terhadap pasar kripto.

Glassnode menyebutkan kondisi pasar kripto saat ini hampir sama dengan pada saat bear market tahun 2018. Namun, tahun ini pasar belum mencatat arus masuk yang signifikan untuk mendorong tren pemulihan yang berkelanjutan. Artinya, pasar kripto untuk bull run sulit terjadi dalam jangka pendek hingga akhir tahun.

Dari analisis teknikal, harga Bitcoin bergerak sideways pada area terbatas dikisaran US$ 20.701 sebagai batas bawah dan batas atas US$ 22.370. Target breakout masih berada di resistance pada level US$ 25.211 dan apabila harga BTC breakdown, maka target laju penurunan berada pada level US$ 19.005.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia