Jumat, 15 Mei 2026

Ini 4 Strategi Matahari Putra Prima (MPPA) Ukir Pertumbuhan Kinerja Keuangan

Penulis : Lona Olavia
26 Aug 2022 | 13:00 WIB
BAGIKAN
Director Corporate Secretary & Public Affairs PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), Danny Kojongian. (Beritasatu/Herman)
Director Corporate Secretary & Public Affairs PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), Danny Kojongian. (Beritasatu/Herman)

JAKARTA, investor.id - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menargetkan, pada tahun depan emiten peritel modern sudah mulai bisa membukukan laba. Optimisme tersebut dibarengi dengan empat strategi utama yang dimiliki perseroan.

Selain penambahan gerai, Director Corporate Secretary & Public Affairs MPPA Danny Kojongian menambahkan perseroan sudah memiliki empat strategi untuk mengejar perbaikan kinerja.

“Pandemi ini belum selesai, memang sudah ada arah untuk mengarah ke pertumbuhan yang baik, tapi kita harus tetap tidak over agresif dalam beri suatu proyeksi,” katanya dalam Paparan Publik Tahunan MPPA secara virtual, Jumat (26/8/2022).

Pertama, menyajikan produk-produk fresh terbaik sebagai fokus prioritas utama pada ritel konsumen. Dalam hal ini, perseroan akan memperkuat fokus Bringing Best of Fresh Products To Consumers sebagai dasar strategi bisnisnya, meningkatkan mekanisme rantai pasokan dengan bekerja secara langsung dengan para petani lokal, distributor perikanan, unggas dan daging untuk distribusi produk-produk fresh yang lebih cepat dan segar ke semua gerai. Serta, kolaborasi eksklusif yang telah berjalan selama 2 tahun dengan The Walt Disney Indonesia terus mendapatkan respon positif.

ADVERTISEMENT

Selain itu, untuk mendorong penjualan produk-produk fresh yang berkualitas kepada para pelanggan, di tahun 2021 MPPA telah memperoleh sertifikat Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO) dari BPOM Indonesia dan terus mempertahankan ISO 22000:2018 – Sistem Manajemen Keamanan Pangan, dan ISO 9001:2015 – Sistem Manajemen Mutu. Di tahun 2022 MPPA adalah peritel pertama yang menerima Sertifikat Halal dari BPJPH secara nasional untuk semua lini bisnis.

Kontribusi produk fresh ke total penjualan tahun 2021 mencapai 27,5%, sedikit menurun dari 27,7% pada tahun sebelumnya.

Kedua, peran Omni-channel dan pembayaran digital meningkat sebagai bagian penting ritel konsumen. Peran Omni-channel meningkat di 2021 sebagai bagian penting dari strategi ritel yang berfokus pada konsumen secara keseluruhan dan keberlanjutan. Pada 2021, tercatat pencapaian penting atas keberhasilan transformasi bisnis online sebagai bagian dari strategi omni-channel dengan lebih banyak ekspansi dan perluasan kolaborasi dengan marketplace terkemuka di Indonesia, dan memperluas penggunaan pembayaran e-wallet melalui kemitraan terbaru.

Total transaksi penjualan e-wallet tahun 2021 sebesar Rp 604 miliar atau 7,9% dari total penjualan, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 556 miliar atau 7,2%.

Ketiga, operasional dan perluasan jaringan melalui gerai berlokasi mandiri dan gerai berukuran lebih kecil yang hemat biaya. Konsep ini ditargetkan untuk dibuka di wilayah perkotaan untuk melayani pembelian sayur-sayuran, buah-buahan, daging dan unggas, dan untuk mendukung layanan pengiriman dan pengambilan ekspres perseroan. Perluasan lebih lanjut dari konsep Hyfresh yang berukuran lebih kecil (selling area berkisar 400-600 m2) di lokasi-lokasi mandiri akan menjadi ukuran gerai yang optimal untuk menjual produk-produk segar.

Keempat, membangun manajemen ritel yang berkelanjutan. Caranya, melalui perluasan jaringan logistik melalui sentra distribusi yang diperbaharui di Porong, Jawa Timur dan sentra distribusi keempat yang baru di Timika, Papua akan mengoptimalkan rantai pasokan MPPA. Lalu mengembangkan tenaga kerja yang berkelanjutan dan berpengetahuan luas melalui investasi pada serangkaian pelatihan dan pengembangan, mendorong pelanggan untuk mengurangi penggunaan tas belanja 3 dari plastik dan menggantikannya dengan tas belanja pakai ulang. Fokus perseroan untuk terus mengembangkan dan memperluas bisnis online dengan tujuan untuk mendukung jam operasional toko yang lebih fleksibel, pendekatan ke pembayaran digital, serta kenyamanan belanja para pelanggan dari tempatnya masing-masing untuk mengurangi jejak karbon.

Di sisi lain, walaupun pembatasan PPKM terus berlanjut di kuartal I- 2022 karena varian Omicron berdampak pada efektivitas jam operasional toko, pangsa pasar MPPA terus meningkat hingga 26,2% berdasarkan data NielsenIQ.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia