Adaro Minerals (ADMR) Laba Bersihnya Terbang 490,99%
JAKARTA, investor.id – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) membukukan pendapatan usaha senilai US$ 435,66 juta sepanjang semester I-2022. Jumlah itu meningkat 165,4% dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 164,15 juta.
Dari laporan keuangan ADMR yang dipublikasikan di Koran Investor Daily, Senin (29/8/2022), tercatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak US$ 202 juta pada semester I-2022 atau melambung 490,99% dari semester I-2021 yang sebesar US$ 34,18 juta.
Sedangkan, laba periode berjalan di paruh pertama tahun ini berjumlah US$ 204,11 juta, melesat dari semester I-2021 di US$ 34,5 juta.
Selain itu, Adaro Minerals membukukan beban pokok pendapatan senilai US$ 148,24 juta di enam bulan pertama 2022. Sedangkan, di semester I-2021, mencapai US$ 102,37 juta.
Laba bruto ADMR tercatat US$ 287,42 juta pada semester pertama tahun ini, berbanding jauh dari laba bruto enam bulan pertama tahun lalu dengan raihan US$ 61,78 juta.
Sementara itu, total aset perseroan per 30 Juni 2022 mencapai US$ 1,14 miliar, meningkat dari data per 31 Desember 2021 yang sebanyak US$ 965,7 juta.
Liabilitas perseroan menurun per 30 Juni 2022 menjadi US$ 731,46 juta. Sementara, per 31 Desember 2021, jumlahnya US$ 760,26 juta.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






