Jumat, 15 Mei 2026

PP Presisi (PPRE) Fokus Percepat Penyelesaian Proyek Rp 1,1 Triliun

Penulis : Parluhutan Situmorang
29 Aug 2022 | 12:42 WIB
BAGIKAN
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, Investor.id - PT PP Presisi Tbk (PPRE) fokus mempercepat penyelesaian proyek bernilai Rp 1,1 triliun, yakni Pembangunan Jalan Tol Cinere Jagorawi Seksi III yang merupakan bagian dari Jalan Tol JORR II (Jagorawi–Cinere–Serpong–Bandara). Proyek ini digarap anak usaha perseroan, yakni PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) sebagai kontraktor utama.

Direktur Utama PP Presisi sekaligus Komisaris Utama PT Lancarjaya Mandiri Abadi, Rully Noviandar mengatakan, dengan track record perusahaan yang sudah ahli dalam mengerjakan proyek-proyek strategis nasional, perseroan optimis dapat menuntaskan proyek jalan tol sepanjang 5,5 km tersebut tepat waktu.

“Pembangunan Jalan Tol Cinere Jagorawi Seksi III memiliki tantangan tersendiri, karena jumlah bangunan teridri atas 10 jembatan, 2 JPO, 5 box traffic, 9 box drainase. 7 gerbang tol, 2 simpang susun, 1 junction (total 8 ramp - 4 ramp dikerjakan KSO) dapat diselesaikan sesuai target dan menjadi pilot project bagi proyek-proyek jalan tol kedepannya,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/8/2022).

ADVERTISEMENT

Secara terpisah, dalam kunjungan kerja bersama dengan Komisi V DPR RI bersama dengan Perwakilan PUPR, BPJT maupun BUJT, Rully Noviandar memaparkan bahwa selain kecepatan, perseroan berkomitmen untuk memberikan kualitas yang terbaik agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

“Proyek ini tentunya akan dapat selesai tepat waktu dengan dukungan seluruh pihak terkait, terutama kaitannya dengan pembebasan lahan. Kami harapkan hasil Kunker ini salah satunya dapat memberikan dampak pada progress pembebasan lahan yang akan diteruskan dengan percepatan progres proyek guna menyelesaikan pekerjaan kami tepat waktu,” kata Rully.

Adapun hingga semester pertama 2022, PP Presisi berhasil catat kenaikan laba bersih hingga 33% menjadi Rp 89,9 miliar pada akhir Juni 2022. Sebelumnya, perseroan membukukan laba bersih Rp 67,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh pemasukan dari jasa konstruksi pertambangan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia