Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja Bukit Asam (PTBA) Melesat, Target Harga Saham Direvisi Naik

Penulis : Parluhutan Situmorang
30 Aug 2022 | 08:59 WIB
BAGIKAN
(Dok. Bukit Asam)
(Dok. Bukit Asam)

JAKARTA, Investor.id - Target harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direvisi naik, seiring dengan lonjakan kinerja keuangan sepanjang semester I-2022. Kenaikan target harga tersebut juga didukung oleh perkiraan berlanjutnya kekurangan pasokan batu bara global tahun depan.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham PTBA dari Rp 4.600 menjadi Rp 4.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Sedangkan kemarin, saham PTBA ditutup di level Rp 4.360, sehingga potensi kenaikan harga masih lebar. 

Bukit Asam membukukan lonjakan laba bersih sebesar 246% dari Rp 1,77 triliun menjadi Rp 6,15 triliun. Lonjakan tersebut sejalan dengan kenaikan pendpatan dari Rp 10,29 trilliun menjadi Rp 18,42 triliun. Sedangkan gross margin perseroan melesat dari 34,5% menjadi 45,3%, seiring dengan kenaikan rata-rata harga jual.

ADVERTISEMENT

“Lonjakan kinerja keuangan tersebut didukung oleh kenaikan rata-rata harga jual batu bara Bukit Asam, meskipun sebagian besar produknya di pasarkan untuk domestik. Peningkatan juga didukung oleh pertumbuhan volume penjualan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset terbarunya.

Terkait kinerja keuangan Bukit Asam ke depan, dia memprediksi terus berlanjut sampai akhir tahun, seiring dengan ekspektasi ketatnya pasokan batu bara global yang bisa berimbas terhadap harga jual yang tetap tinggi. Tidak hanya itu, ketatnya pasokan batu bara global akan berimbas terhadap rata-rata harga jual sampai tahun depan.

Ketatnya produksi batu bara global mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target rata-rata harga jual batu bara menjadi US$ 170 per ton tahun 2023. Hal ini pula mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan PTBA tahun 2023. Proyeksi laba bersih direvisi naik dari Rp 7,98 triliun menjadi Rp 9,12 triliun. Perkiraan pendapatan direvisi naik dari Rp 36,08 triliun menjadi Rp 39,26 triliun. Sedangkan proyeksi pendapatan dan laba bersih tahun ini masing-masing Rp 41,65 triliun dan Rp 11,87 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia