Jumat, 15 Mei 2026

Jumlah Pasien Naik, Laba Siloam (SILO) Kuartal II-2022 Meningkat 8,7%

Penulis : Lona Olavia
31 Aug 2022 | 12:26 WIB
BAGIKAN
Gedung Siloam International Hospitals. (Foto: Istimewa)
Gedung Siloam International Hospitals. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, investor.id - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) terus mengalami pertumbuhan jumlah pasien pada kuartal II-2022 dibandingkan dengan kuartal I-2022, walau terdapat periode Lebaran pada kuartal II yang umumnya menyebabkan jumlah pasien yang lebih rendah. Alhasil, EBITDA dan laba bersih Siloam pada kuartal II-2022 masing-masing meningkat sebesar 0,5% dan 8,7% secara Quarter on Quarter.

Perseroan mencatat pendapatan dari Covid pada kuartal II-hanya sebesar 3%, yang merupakan kontribusi terendah sejak awal pandemi. Kontribusi ini termasuk 0,1% yang didapat dari program pemerintah (KMK). Transformasi yang dilakukan manajemen selama 3 tahun terakhir telah menunjukkan hasil dalam menumbuhkan pendapatan dan memaksimalkan efisiensi biaya. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian finansial Siloam pada periode semester I-2022 dan pertumbuhan signifikan yang dicapai dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.

Presiden Direktur Siloam Darjoto Setyawan mengungkapkan, Siloam terus menunjukan arah pertumbuhan yang positif di dalam lingkungan operasional setelah pandemi. Setelah Covid berada di belakang, manajemen dapat mengalihkan fokus mereka untuk menumbuhkan bisnis non-Covid Siloam. Siloam terus berinvestasi terhadap kemampuan medis selama pandemi dan investasi ini telah membuahkan hasil yang baik terhadap pencapaian operasional dan finansial.

"Saya sangat optimis terhadap pencapaian Siloam di sepanjang tahun ini. Kami akan terus melayani lebih banyak pasien dan akan terus melanjutkan pertumbuhan kinerja finansial dan pada akhirnya meningkatkan nilai pemegang saham,” pungkas Darjoto dalam keterangan resmi, Rabu (31/8/2022).

ADVERTISEMENT

Selama tahun 2021, pandemi Covid-19 mencapai tingkat penularan tertinggi sehingga volume pasien menurun dan kontribusi pendapatan dari Covid meningkat. Adapun hasil pencapaian finansial Siloam dalam kondisi operasional saat ini dengan berakhirnya pandemi, sangatlah baik. Tingkat Compounded Annual Growth Rate (CAGR) pada pendapatan, EBITDA dan arus kas operasional Siloam pada periode semester I-2019 hingga semester I-2022 masing-masing adalah 10,5%, 29,9% dan 43,3%.

Siloam membukukan pendapatan sebesar Rp 3,4 triliun pada semester I-2022, menurun 10,0% dibandingkan dengan semester I-2021. Siloam mencatat EBITDA sebesar Rp 820 miliar pada semester I-2022, menurun 14,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Marjin EBITDA tercatat stabil pada 23,9% hanya turun 130 basis poin dibandingkan dengan sebelumnya 25,2%. Laba bersih Siloam tercatat sebesar Rp213 miliar, menurun 32,2% Year-on-Year.

Siloam terus menjaga arus modal kerja yang kuat dengan arus kas operasional sebesar Rp 583 miliar dan posisi kas bersih berada pada Rp 1,28 triliun pada akhir periode semester I-2022.

Sementara itu, Siloam Hospitals mengalami peningkatan volume pasien di dalam lingkungan operasional setelah pandemi. Jumlah pasien rawat inap pada semester I-2022 tercatat sebanyak 106.939 pasien, meningkat 23,9% dibandingkan dengan 86.318 pasien pada semester I-2021 dan dengan inpatient days sebanyak 367.928 hari.

Adapun dalam merawat pasien rawat inap,  Siloam telah merawat lebih dari 1,4 juta pasien rawat jalan, meningkat 24,4%. Jika dibandingkan dengan lingkungan operasional yang sama pada kuartal I-2022, jumlah pasien rawat inap, inpatient days dan jumlah pasien rawat jalan masing-masing meningkat 21,9%, 1,2% dan 20,7%.

Di sisi lain, pada sisi era teknologi,  perusahaan turut  meningkatkan kapabilitas dan kemampuan platform digitalnya. Pada semester I-2022, pasien yang diakuisisi dengan digital channels meningkat 158% dibandingkan dengan periode semester I-2021 dan berkontribusi sekitar 14% dari total pasien rawat jalan.

Aplikasi layanan kesehatan digital Siloam, MySiloam, terus mencatat pertumbuhan popularitas setelah masa pandemi. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 890 ribu pengguna dan jumlah pengguna meningkat sebesar 23% pada semester I-2022 dibandingkan dengan semester I-2021 dengan rata-rata engagement rate lebih dari 78%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia