Jumat, 15 Mei 2026

Sektor Tenaga Kerja AS Masih Membaik, Emas Makin Terpuruk

Penulis : Lona Olavia
2 Sep 2022 | 10:49 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Foto: CNBC)
Ilustrasi emas. (Foto: CNBC)

JAKARTA, investor.id - Harga emas bergerak melemah di zona US$ 1.696.85 per troy ons. Pada Jumat (2/9/2022) pagi hari ini harga emas bergerak terpukul ke bawah zona US$ 1.700 seiring dengan indeks dolar yang bertahan di level tertinggi setelah dirilisnya data dari sektor ketenagakerjaan dan manufaktur AS.

Indeks dolar yang masih bergerak di zona tertingginya terus membebani emas ke level terendah. Indeks dolar terus terapresiasi setelah dirilisnya data yang mengindikasikan kondisi ekonomi AS yang masih membaik. US Unemployment Claims yang dirilis oleh Department of Labor menunjukkan penurunan di angka 232K dari data sebelumnya 237K. Berkurangnya angka pengangguran menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih membaik menandakan kondisi ekonomi AS yang masih bertahan di tengah tingginya suku bunga acuan.

Keadaan ekonomi yang masih sehat turut didukung dari sektor manufaktur yang dirilis oleh Institute for Supply Management menunjukkan ISM Manufacturing PMI bergerak stabil di angka 52.8. Angka indeks yang masih berada di level di atas 50 menunjukkan ekspansi industri. Pembacaan data ekonomi ketenagakerjaan dan manufaktur yang membaik memunculkan antisipasi pasar bahwa masih ada ruang untuk The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan ke level yang lebih tinggi lagi. Suku bunga acuan saat ini berada di level 2.25% - 2.50% dan beberapa pejabat The Fed menuturkan target untuk membawa angka tersebut ke level 4% hingga awal tahun depan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan riset ICDX, Jumat (2/9/2022), ekspektasi terhadap The Fed yang akan bergerak agresif dalam menaikan suku bunga membuat emas kehilangan daya tariknya karena investor beralih ke produk keuangan lainnya yang dianggap memberi imbal hasil lebih baik. Yield obligasi pemerintah AS saat ini berada di areal 3.25% turut membuat kinerja emas terpuruk. Indeks dolar yang bertahan di zona tertingginya dan yield obligasi AS yang kian menguat menjadi sentimen negatif bagi pergerakan emas.

Harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.689.17 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.706.21. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.684,25 hingga ke areal US$ 1.679,71, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.711,13 hingga ke areal US$ 1.717,57.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia