Jumat, 15 Mei 2026

Meski Pasar Belum Kondusif, Mustika Ratu (MRAT) Catat Kenaikan Penjualan Kosmetik 18%

Penulis : Muawwan Daelami
2 Sep 2022 | 15:28 WIB
BAGIKAN
Produk Mustika Ratu (MRAT). (Foto: Ist)
Produk Mustika Ratu (MRAT). (Foto: Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) membukukan penjualan bersih sebesar Rp 166,9 miliar di sepanjang semester I-2022. Performa tersebut utamanya ditopang dari penjualan personal care, produk kosmetik, serta jamu dan minuman sebagai produk andalan. 

Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk Bingar Egidius Situmorang mengatakan, meski kondisi pasar belum sepenuhnya pulih, perseroan mulai bergerak lebih agresif dengan berinvestasi di kegiatan marketing dan consumer engagement agar dapat mengakselerasi pertumbuhan penjualan di semester II nanti. Sebab, ia menilai, investasi tersebut sedikit banyak akan berimbas pada laba perusahaan.

Untuk memperkuat struktur permodalan, lanjut Egi, perseroan juga berencana mendivestasi aset berupa tanah yang hasilnya akan digunakan untuk mengembangkan produk baru, product upgrade, memperluas pasar ekspor dan mengoptimalkan peluang bisnis baru selain tentu memperkuat supply chain dan organisasi perusahaan.

ADVERTISEMENT

"Di tengah berbagai dinamika kondisi eksternal seperti inflasi hingga kendala pada supply chain global, kemampuan perseroan dalam mengelola biaya operasional di tengah kondisi makro yang tidak menentu patut diapresiasi," ujar Egi dalam keterangan resmi, Jumat (2/9/2022).

Hasilnya dapat tercermin dari kinerja perseroan di paruh pertama tahun ini. MRAT tercatat memperlihatkan pertumbuhan positif terutama dari sisi penjualan produk personal care yang mencatatkan kenaikan sebesar 11,4% menjadi Rp 147,4 miliar daripada semester I-2021 sebesar Rp 132,3 miliar. 

Demikian pula dengan penjualan produk kosmetik yang di enam bulan pertama tahun ini tercatat mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 18,7% menjadi Rp 29,9 miliar dibandingkan penjualan pada semester I tahun lalu sebesar Rp 25,2 miliar.


Tidak berhenti di situ, performa apik perseroan di semester I-2022 juga tampak dari penjualan salah satu produk andalannya yaitu jamu dan minuman kesehatan yang menyumbang pendapatan sebesar Rp 22,1 miliar, tumbuh 11,2% atau setara Rp 19,9 miliar daripada periode yang sama tahun lalu.

Untuk menjaga pertumbuhan penjualan pada tahun ini dan rencana scale up Jejamu by Mustika Ratu, emiten berkode saham MRAT ini juga menjalin kerja sama dengan end to end healthcare company terbesar di Indonesia untuk memperluas outlet Jejamu di berbagai wilayah.

Menurut Egi, kerja sama tersebut sekaligus meneguhkan eksistensi perseroan sebagai pionir di industri health and wellness di Indonesia.

“Mustika Ratu akan terus fokus mengembangkan pasar di bidang Health, Beauty and Wellness baik melalui multichannel distribution maupun kemitraan. Perseroan juga akan lebih agresif berinvestasi untuk pengembangan unit-unit bisnisnya. Manajemen juga terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak agar selepas pandemi menjadi momentum lonjakan penjualan di tahun ini,” pungkas Egi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia