Jumat, 15 Mei 2026

Raihan Kontrak 80%, Elnusa (ELSA) Optimistis Lampaui Target Awal

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
2 Sep 2022 | 15:56 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek offshore PT Elnusa Tbk (ELSA) . Foto: Elnusa
Salah satu proyek offshore PT Elnusa Tbk (ELSA) . Foto: Elnusa

JAKARTA, Investor.id – PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan realisasi kontrak kerja konsolidasi di tangan sampai awal September 2022 mencapai 80% dari rencana kerja dan anggaran perusahaan 2022. Hal ini memperkuat optimisme pencapaian target pendapatan Rp 8 triliun serta laba bersih Rp 200 miliar tahun ini.

Manager of Corporate Communications Elnusa Jayanty Oktavia Maulina mengatakan, dari realisasi kontrak yang telah dicatatkan oleh perseroan terdiri atas proyek jasa hulu migas sebesar 33%, Jasa Distribusi dan Logistik Energi sebesar 59%, dan sisanya 8% bersal dari pengerjaan jasa penunjang migas. Adapun kontrak tersebut didominasi dari Pertamina Group sebesar 69% dan dari luar grup mencapai 31%.

“Pada jasa hulu migas kontrak yang kami dapatkan untuk pekerjaan jasa drilling fluid dan workover di area Mahakam Kalimantan, survei seismik 2D, dan pekerjaan non asset based (EPC O&M) di blok rokan,” jelasnya dalam keteranngan resmi, Jumat (2/9/22).

ADVERTISEMENT

Jayanty menambahkan, untuk jasa distribusi dan logistik energi yang menjadi kontributor utama adalah transportasi BBM, trading BBM Inmar, dan pengelolaan depo. Sementara itu pada jasa pendukung migas kontrak yang diraih meliputi beberapa pekerjaan diantaranya jasa kapal pendukung migas dalam penyediaan accommodation work barge, utility vessel, jasa dredging, fabrikasi beberapa peralatan maupun fasilitas migas, pengelolaan warehouse, data management serta peningkatan teknologi informasi pendukung migas.

Melihat capaian realisasi kontrak tersebut, dia mengatakan, Elnusa yakin membukukan kinerja keuangan tahun 2022 lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini juga didukung oleh peningkatan aktivitas jasa hulu migas, khususnya dalam kegiatan seismic dan well services juga adanya peningkatan kebutuhan BBM yang saat ini sudah kembali normal, dengan demikian hal tersebut berdampak positif pada segmen jasa distribusi logistik energi yang menjadi primadona penopang kinerja perseroan.

“Saat ini, perseroan tengah melakukan optimasi asset based dan non asset based melalui peningkatan pada segmen Jasa Distribusi dan Logistik Energi. Elnusa juga terus menjaga konsistensi dalam menjalankan strategi perusahaan untuk peningkatan kapabilitas pada Jasa Energi yang pada akhirnya mampu mendukung program pemerintah dalam mewujudkan target peningkatan produksi nasional minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari (MMscfd) pada 2030 mendatang.” Kata Jayanty

Sebelumnya, manajemen Elnusa menargetkan pendapatan dari jasa hulu minyak dan gas bumi hingga akhir 2022 hingga Rp 3,15 triliun. Kontribusi terbesar diharapkan berasal dari oilfield services sebesar Rp 1,9 triliun, sisanya dari geoscience & reservoir services senilai Rp 800 miliar, dan EPC-OM services sebesar Rp 350 miliar.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia