Jumat, 15 Mei 2026

Bisnis On-Demand GOTO Diproyeksi Terus Bertumbuh

Penulis : Investor Daily
5 Sep 2022 | 07:10 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Segmen bisnis on-demand PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diproyeksi akan terus berkembang sejalan dengan dua segmen bisnis lainnya, yaitu Financial Technology (Fintech) dan e-commerce. Inovasi fitur dan layanan seperti yang terbaru adalah Mode Hemat di GoFood dibutuhkan untuk terus merawat potensi pertumbuhan pendapatan GOTO.

CEO PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya mengatakan, segmen bisnis on-demand GOTO akan terus masih berkembang, seiring berangsur kembalinya mobilitas masyarakat. ”Khusus untuk online food delivery (OFD) walaupun masyarakat sudah mulai kembali dine-in di restoran, mereka sudah terlanjur terbiasa dengan convenience (kenyamanan) yang ditawarkan online food delivery,” ungkapnya kepada wartawan.

Berkaitan dengan itu, pria yang akrab disapa Bernad ini menilai GOTO melalui GoFood berhasil melihat potensi pangsa pasar konsumen. Terutama, konsumen OFD yang selalu mempertimbangkan ongkos kirim (ongkir). ”Dengan Mode Hemat ini, mereka bisa menjangkau kelompok konsumen baru,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Terlebih, OFD seperti GoFood telah menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat. Terutama, terakselerasi oleh pandemi.

Kemunculan fitur Mode Hemat juga dinilai datang pada momen yang tepat, seiring dengan terjadinya kenaikan harga-harga kebutuhan dasar yang memicu inflasi. ”Dengan penambahan kelompok konsumen baru dan transaksi yang meningkat, harapannya GOTO juga dapat meningkatkan pendapatan mereka pada kuartal mendatang,” ucap Bernad.

GoFood saat ini merupakan pemimpin pasar OFD di Indonesia. Berdasarkan riset Tenggara Strategic yang dirilis baru-baru ini, GoFood menjadi preferensi utama konsumen dengan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp 30,65 triliun. GoFood juga merupakan platform yang menjadi top of mind (50%) dan paling banyak diunduh (76%) oleh konsumen, serta menawarkan kenyamanan dan menu paling beragam.

Citi Research yang dirilis Citigroup Sekuritas Indonesia (CSI) melaporkan bahwa segmen bisnis on-demand GOTO yang dimotori Gojek sudah hampir mencapai titik impas (break-even) dengan level take rate (tingkat pengambilan) sekitar 20%.

GoFood merupakan bagian dari segmen bisnis on-demand GOTO yang secara umum terbagi dalam jasa layanan pengiriman makanan, mobilitas (transportasi), dan logistik. ”Melalui nilai tambah yang lebih tinggi bagi konsumen dan mitra pengemudi, GOTO berharap dapat meningkatkan potensi monetisasi dan menumbuhkan GTV-nya,” ungkap riset tersebut.

Seperti diketahui, pada 1 September 2022, GOTO mengumumkan inovasi baru berupa fitur Mode Hemat di layanan pesan-antar makanan online GoFood. Fitur ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelanggan untuk memesan makanan dengan cara yang lebih ramah di kantong, yaitu opsi gratis ongkos kirim (ongkir).

Direktur/Head of Food and Indonesia Sales & Ops GOTO, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, Mode Hemat memberikan opsi yang lebih ekonomis bagi pelanggan dalam bentuk bebas ongkir, dengan tambahan waktu pengiriman hingga 15 menit. ”Fitur Mode Hemat ini melengkapi fitur Reguler dengan ongkos kirim dan waktu pengantaran yang lebih cepat sehingga pelanggan GoFood dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan. Pelanggan dapat memilih fitur Reguler atau Mode Hemat di setiap pemesanan,” jelas dia.

Kehadiran fitur baru ini juga untuk mendukung perubahan gaya hidup masyarakat yang kian mengandalkan layanan OFD sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data riset e-conomy SEA 2021, terbatasnya kegiatan fisik di luar selama pandemi berdampak pada meningkatnya penggunaan layanan digital masyarakat Indonesia, hingga rata-rata 3,6 kali lipat.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia