Kinerja Keuangan dan Bisnis KJN Express (KJEN) Alami Penurunan
JAKARTA, investor.id – Emiten di bidang jasa kurir, pengangkutan, dan pergudangan/penyimpanan, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) atau KJN Express mengalami penurunan kinerja pada semester I-2022.
Kendati bottom line pada laporan keuangan masih negatif akibat pandemi Covid-19, prospek bisnis KJN Express di masa depan masih positif. Sebab perusahaan pengiriman paket dan logistik yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terus-terusan mengupayakan efisiensi usaha untuk mendukung keberlanjutan usaha perseroan ke depan.
“Sesuai laporan keuangan Juni 2022, perseroan masih merugi, kendati perekonomian Indonesia sudah mulai bangkit. Hal itu karena pengurangan tenaga kerja yang dilakukan sebelumnya membuat kami kesulitan menaikkan sales/revenue. Karena itu, kami masih membutuhkan waktu untuk melakukan konsolidasi tenaga sales dan kapasitas armada,” kata Sunarto, direktur utama KJN Express, dalam siaran pers, Minggu (4/9/2022).
Selain itu, menurut Sunarto, tren bisnis utama perseroan di bidang pengiriman dokumen juga akan terus menurun sebagai imbas dari banyaknya dokumen yang kini sudah berganti menjadi dokumen elektronik. “Kami juga akan terus mencari solusi untuk menghadapi tren penurunan bisnis ini ke depan agar dapat kembali menstabilkan kinerja perseroan,” tutur dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, efisiensi yang dilaksanakan manajemen pada paruh pertama tahun ini berhasil menekan beban usaha menjadi Rp 3,06 miliar dibandingkan periode sama tahun 2021 yang sebesar Rp 3,5 miliar. Penurunan beban usaha disebabkan oleh efisiensi pada pos pengeluaran untuk membayar antara lain jasa profesional, biaya listrik, telepon, air, serta pos pengeluaran untuk biaya sewa.
Efisiensi terbesar yang dialami emiten berkode saham KJEN ini adalah pengeluaran untuk membayar jasa profesional yang turun secara signifikan sebesar 76,25% menjadi Rp 49,84 juta pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 209,8 juta.
Efisiensi tersebut diikuti oleh penurunan signifikan pos biaya listrik, telepon, dan air sebesar 73,29% menjadi Rp 86,71 juta dari Rp 324,67 juta. Ini adalah salah satu pos yang sangat berpengaruh dalam keberlanjutan usaha (business sustainability) perseroan yang tercakup dalam aspek environmental, social, and governance (ESG).
Selain itu, efisiensi KJEN pada paruh pertama 2022 juga terjadi pada posisi pengeluaran sewa yang juga berkurang sebesar 49,07% menjadi Rp 85,03 juta dibandingkan pada semester I-2021 yang sebesar Rp 166,96 juta. Efisiensi beban usaha tersebut mampu memangkas rugi usaha KJEN sebesar 36,21% menjadi Rp 736,76 juta dari Rp 1,15 miliar.
Pada akhirnya, KJEN mengalami penurunan rugi bersih sebesar 21,73% pada semester I-2022 menjadi Rp 466,37 juta (Rp 0,93 per saham) dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 595,86 juta (Rp 1,19 per saham).
Sunarto menyatakan, situasi yang dialami perseroan cukup dilematis. Di satu sisi untuk meningkatkan revenue, perseroan memerlukan operasional yang mendukung. Sisi lain, perseroan melakukan pengurangan tenaga kerja operasional.
Sementara itu, pendapatan bersih KJEN turun tipis 0,29% menjadi Rp 4,53 miliar dari Rp 4,55 miliar. Penurunan tersebut mengakibatkan laba kotor terpangkas 0,77% menjadi Rp 2,32 miliar dari Rp 2,34 miliar.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

