Jumat, 15 Mei 2026

Apa Iya, Pasar Saham Alami September Ceria? Fakta dan Analis Bicara

Penulis : Zsazya Senorita
10 Sep 2022 | 21:02 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – September ceria, apakah berlaku di pasar saham? Faktanya tak selalu begitu. Sebab dalam 10 tahun terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bulan September lima kali positif dan lima kali negatif.

“Kemudian kalau dihitung rata-rata, IHSG (di bulan September) dalam kurun waktu 10 tahun terakhir -0,63%,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Meski demikian, menurut Nico, fakta tersebut tak bisa menjadi tolok ukur untuk proyeksi IHSG pada September 2022 karena situasi dan kondisinya sangat berbeda. “Tetapi, kami melihat September tahun ini memang cenderung ke arah negatif, karena banyak sentimen negatif, seperti kenaikan harga BBM, suku bunga acuan The Fed dan European Central Bank (ECB), inflasi tinggi, hingga ancaman resesi,” ungkap dia.

ADVERTISEMENT

Nico memperkirakan IHSG pada September ini terkoreksi, dengan kisaran pergerakan di level 7.070-7.215.

Secara terpisah, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG hingga akhir September 2022 bergerak pada kisaran 6.970-7.050, bila belum mampu menembus level resistance 7.230.

“Kami melihat arah pergerakan IHSG masih cenderung sideways dan rawan terkoreksi, terlebih dari sentimen-sentimen yang ada cenderung negatif,” ungkap Herditya.

Di tengah koreksi pasar tersebut, dia tetap yakin saham-saham sektor energi, CPO, dan properti bisa menguat dalam jangka pendek hingga menengah. Secara teknikal, Herditya merekomendasikan saham DOID dengan target harga Rp 450-480, ITMG Rp 41.000-42.500, ASRI Rp 184-190, dan AALI Rp 10.000-11.000.

Di lain pihak, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan mengatakan bahwa investasi saham akan mengalami koreksi imbas dari kenaikan harga BBM. Menurut dia, banyak investor memilih wait and see, serta berinvestasi di aset ‘safe haven’ karena suku bunga acuan BI diperkirakan kembali naik pada akhir September 2022.

Meski demikian, Reza optimistis saham-saham energi masih akan naik, salah satunya ADRO. Saat ini, ADRO diperdagangkan dengan proyeksi PER 2022-2023 sebesar 3,1-4,5 kali alias masih menarik.

Speculative buy ADRO dengan level support Rp 3.620, cut loss jika break di bawah Rp 3.550. Jika tidak break di bawah Rp 3.620, ada potensi naik ke Rp 3.800-4.050 dalam jangka pendek,” pungkasnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia