Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Merdeka Copper (MDKA) Melesat 1.549%

Penulis : Zsazya Senorita
12 Sep 2022 | 13:42 WIB
BAGIKAN
Proyek Emas Tujuh Bukit. (Foto: PT Merdeka Copper Gold Tbk)
Proyek Emas Tujuh Bukit. (Foto: PT Merdeka Copper Gold Tbk)

JAKARTA, Investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencetak lonjakan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk nyaris 16 kali lipat atau 1.549% menjadi US$ 96,79 juta atau setara Rp 1,43 triliun pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 4,86 juta.

Dalam laporan keuangan interim auditan Merdeka Copper yang berakhir 30 Juni 2022, lonjakan sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan sebanyak 152,11% menjadi US$ 341 juta, dibandingkan semester I-2021 sebanyak US$ 135,41 juta. Pertumbuhan pendapatan Merdeka Copper ikut mengatrol beban pokok pendapatan sebanyak 121,48% (yoy) menjadi US$ 236,99 juta. Sehingga menghasilkan laba kotor US$ 104,4 juta pada semester I-2022 yang naik 267,45% (yoy).

ADVERTISEMENT

Setelah mencatatkan laba usaha US$ 75,15 juta dalam enam bulan pertama tahun ini, Merdeka Copper juga berhasil membalikkan posisi beban keuangan bersih US$ 4,43 juta dan beban lain-lain bersih US$ 5,23 juta dari semester I-2021, menjadi pendapatan keuangan bersih US$ 10,91 juta dan pendapatan lain-lain bersih US$ 42,56 juta.

Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan perseroan berhasil terkerek 2.143,27% (yoy) menjadi US$ 128,64 juta pada periode Januari-Juni 2022. Dikurangi beban pajak penghasilan US$ 28,57 juta, MDKA membukukan laba periode berjalan US$ 100,06 juta pada semester pertama tahun ini, naik 2.919,78% (yoy).

Dalam laporan posisi keuangan konsolidasi interim 30 Juni 2022, jumlah aset lancar MDKA bertambah 113,44% menjadi US$ 877,95 juta dari US$ 411,31 juta akhir tahun lalu. Jumlah aset tidak lancar perseroan pertengahan tahun ini juga bertambah signifikan, mencapai 179,11% menjadi US$ 2,42 miliar dari US$ 867,27 juta pada 31 Desember 2021. Dengan begitu, jumlah aset MDKA pada akhir semester I-2022 mencatatkan nilai US$ 3,29 miliar, naik 157,98% dari posisi akhir tahun lalu.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia