Jumat, 15 Mei 2026

Transformasi, Adaro (ADRO) Tinggalkan Batu Bara?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Sep 2022 | 15:24 WIB
BAGIKAN
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: Perseroan)
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Mohammad Syah Indra Aman menjelaskan terkait transformasi yang tengah dijalankan oleh perseroan. Menurut dia, maksud transformasi bisnis Adaro bukanlah meninggalkan yang lama, dalam hal ini batu bara, dan lalu beralih ke bisnis yang baru.

“Dalam hal ini transformasi Adaro berbeda. Dalam pengertian bahwa ya kita menjajaki untuk mengembangkan usaha yang baru, tapi yang lama tidak kita tinggalkan. Proses transformasi kita adalah mengubah penekanan atau fokus, tapi dua-duanya tetap kita pertahankan,” terang Indra dalam Public Expose Live 2022, Senin (12/9/2022).

Dia menambahkan, ada juga isu terkait perubahan iklim. Menurutnya, transformasi yang dilakukan Adaro, salah satunya, didorong adanya keinginan dunia untuk lebih memperhatikan perubahan iklim. Maka dari itu, pengembangan Adaro ke depan dititikberatkan pada mineral, baik tambang maupun processing.

ADVERTISEMENT

“Paling penting adalah processing-nya itu menggunakan energi yang hijau sehingga diharapkan produk yang dihasilkan adalah produk yang hijau seperti yang sudah dijelaskan tadi,” lanjut Indra.

Dia menyebutkan, perseroan akan melakukan langkah-langkah untuk bagaimana caranya mengurangi emisi karbon sebesar mungkin. Pasalnya, jika proses produksi tambang batu bara tetap dilakukan seperti sekarang, maka tidak terlihat upaya dari mengurang emisi karbon.

“Maka dari itu kita sudah menugaskan kelompok usaha kita Adaro Land untuk mengembangkan proyek-proyek penyerapan dan penyimpanan karbon. Dengan harapan bahwa jika proyek-proyek itu bisa menghasilkan carbon credit, carbon credit inilah yang digunakan untuk meng-offset emisi karbon dari usaha-usaha tambang kita yang ada sekarang ini,” terang Indra.

“Dengan demikian yang batu bara termal kita set off karbonnya dengan mengembangkan proyek-proyek penyerapan karbon. Yang baru, yang kita bikin, kita masuk ke mineral processing-nya itu menggunakan  energi hijau,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia