Jumat, 15 Mei 2026

Adaro Minerals (ADMR) Bikin Smelter Aluminium US$ 1,1 M, Gede Nanti Kontribusinya?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Sep 2022 | 11:38 WIB
BAGIKAN
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). (Perseroan)
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) tengah melakukan pembangunan smelter aluminium di Kalimantan Utara (Kaltara).

Direktur Adaro Minerals Wito Krisnahadi menjelaskan, saat ini pembangunan smelter aluminium sedang dalam tahap persiapan konstruksi.

“Pada saat ini pembangunan untuk smelter aluminium sedang dalam persiapan untuk konstruksi. Jadi sekarang ini fokusnya adalah melakukan pembangunan jetty konstruksi sehingga material dan alat berat dapat masuk ke lokasi,” terang Wito dalam Public Expose Live 2022 ADMR, Selasa (13/9/2022).

ADVERTISEMENT

Selain itu, lanjut dia, perseroan juga tengah melakukan land clearing. Sedangkan, untuk progres pembebasan lahan sudah hampir 100%

“Dan juga kita sedang melakukan land clearing. Pembebasan lahan sudah dilakukan hampir 100%. Jadi fokus tersebut yang sedang kita lakukan untuk pembangunan smelter,” papar Wito.

Dia menambahkan, kebutuhan dana atau capital expenditure (capex) dari proyek ini diperkirakan mencapai US$ 1,1 miliar. Pembiayaannya akan dari ekuitas dan pinjaman bank.

“Saat ini juga kita sedang berbicara dengan beberapa bank untuk membiayai proyek ini dan kita saat ini sudah mendapatkan soft commitment di mana bank-bank tersebut sudah standby untuk ready membiayai proyek ini,” ungkap Wito.

Untuk pembangunan smelter aluminium, kata dia, akan memakan waktu sekitar dua tahun, khusus tahap pertama sehingga ditargetkan tuntas pada kuartal I-2025.

Menurut dia, ke depannya dengan potensi permintaan aluminium yang besar, pihaknya sangat optimistis terhadap proyek di Kaltara ini.

“Jadi nanti saya rasa hanya pada saat tahun 2025 baru akan terlihat kontribusi dari aluminium project ini terhadap pembukuan ADMR secara positif,” terangnya.

 “Kami harapkan akan memberikan kontribusi EBITDA dan laba yang sangat positif bagi ADMR,” imbuh Wito.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Adaro Minerals Heri Gunawan membeberkan, untuk belanja modal ADMR 3-5 tahun ke depan yang paling besar utamanya adalah terkait proyek smelter aluminium.

Selain itu, ADMR akan mengalokasikan capex juga dalam rangka pengembangan tambang. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur tambang yang sudah beroperasi.

“Juga belanja modal untuk pengembangan tahap awal untuk konsesi-konsesi kita yang di sebelah bagian barat. Ada beberapa konsesi, yang baru beroperasi ada dua, kita perlu belanja modal juga untuk pengembangan di tiga konsesi lainnya,” papar Heri.

Terkait pendanaannya, tambah Heri, perseroan akan melihat capital structure yang paling optimal dan mengombinasikan debt serta equity.

So far kita sudah mendapatkan soft commitment jadi mayoritas mungkin sebagian dari debt dan sebagian dari equity. Dari perhitungannya sementara, untuk porsi equity saya rasa cukup untuk sementara ini untuk membiayai belanja modal yang saya sebutkan tadi,” jelasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia