Jumat, 15 Mei 2026

Hingga 2024, Kalbe Farma (KLBF) Jaga Lagi Capex Maksimal Rp 1 Triliun

Penulis : Lona Olavia
13 Sep 2022 | 14:22 WIB
BAGIKAN
Corporate Secretary Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali dalam Public Expose Live 2022, Selasa (13/9/2022).
Corporate Secretary Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali dalam Public Expose Live 2022, Selasa (13/9/2022).

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dalam 1-2 tahun ke depan akan mempertahankan anggaran belanja modal (capital expenditure/Capex) maksimal sebesar Rp 1 triliun per tahunnya. Di mana, dana capex akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi.

Adapun, untuk biaya perawatan produksi biasanya perseroan dikatakan Corporate Secretary Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali mengalokasikan Rp 300-400 miliar.

“Untuk Capex Rp 288 miliar di semester I. Target Capex tahun ini maksimal Rp 1 triliun. Tahun depan alokasikan lagi Rp 1 triliun. Kita butuh Rp 300-400 miliar untuk maintenance dan untuk proyek-proyek kecil. Dalam 1-2 thaun kedepan, penggunaan Capex tidak akan melebihi Rp 1 triliun,” ujarnya dalam Public Expose Live 2022, Selasa (13/9/2022).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, di tahun 2022, dengan kondisi ekonomi yang mulai kembali pulih dan ekspektasi transisi Covid-19 ke arah endemi, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan bersih tahun 2022 menjadi sebesar 11%-15% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih di rentang persentase yang sama.

“Kita targetkan operating profit margin di tahun ini 14,5%-15,5% di tahun ini. Kita akan meningkatkan harga jual dan juga efisiensi di perusahaan,” katanya.

Lukito mengatakan, walaupun menghadapi ketidakpastian yang meningkat karena krisis geopolitik global, perseroan berupaya menjaga ketersediaan produk dan meminimalkan dampak kenaikan harga bahan baku dengan melakukan efisiensi biaya dan strategi pengelolaan harga.

“Perseroan menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta mengendalikan biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba usaha,” ungkap Lukito.

Sementara itu, rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45%-55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Per semester I-2022, penjualan bersih mencapai Rp 13,87 triliun, naik 12,2% dibandingkan semester I-2021. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp 1,63 triliun, naik 9,3% dibandingkan Rp 1,49 triliun di semester I-2021. Laba per saham mencapai Rp 35,11 naik 9,9% dibandingkan Rp 31,94 di tahun sebelumnya.

Dari segi pertumbuhan dan kontribusi per Divisi, pada semester I-2022 Divisi Distribusi & Logistik meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 16,8% menjadi Rp 5,06 triliun, Divisi Nutrisi membukukan penjualan bersih sebesar Rp 3,72 triliun mengalami pertumbuhan sebesar 11,8%  dan menyumbang 26,8% dari total penjualan bersih.

Sementara, Divisi Obat Resep membukukan peningkatan penjualan sebesar 8,8% menjadi Rp 2,94 triliun, serta menyumbang 21,2% dari total penjualan. Sedangkan, Divisi Produk Kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 7,2% menjadi Rp 2,14 triliun dengan kontribusi sebesar 15,5% terhadap total penjualan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia