Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Menguat Tiga Hari Berturut-turut

Penulis : Indah Handayani
14 Sep 2022 | 05:01 WIB
BAGIKAN
sawit
sawit

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada perdagangan Selasa (13/9/2022). Alhasil, harga CPO menguat selama tiga hari perdagangan berturut-turut. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (13/9/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman September 2022 naik 209 Ringgit Malaysia menjadi 3.759 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Oktober 2022 meningkat 209 Ringgit Malaysia menjadi 3.836 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman November 2022 terkerek 215 Ringgit Malaysia menjadi 3.898 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 terdongkrak 281 Ringgit Malaysia menjadi 3.940 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Januari 2023 naik 218 Ringgit Malaysia menjadi 3.980 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Februari 2023 menguat 218 Ringgit Malaysia menjadi 4.025 Ringgit Malaysia per ton.

Trader Minyak Sawit David Ng mengatakan, India, pembeli minyak nabati terkemuka dunia, sedang mempersiapkan musim perayaan bulan depan. 

Pemilik dan salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura Sathia Varga mengatakan menurut sebuah badan perdagangan, India mengimpor 1,4 juta ton minyak nabati pada Agustus dari 1,21 juta ton pada Juli.

Dari jumlah tersebut, 994.997 ton adalah minyak sawit, lebih tinggi dari 530.420 ton yang diimpor pada Juli. Sisanya adalah minyak kedelai dan minyak bunga matahari masing-masing sebesar 244.697 ton (Juli: 519.566 ton), dan 135.308 ton (Juli: 155.300 ton).

Selain itu, pasar minyak kedelai yang lebih kuat juga membantu mendorong harga berjangka lebih tinggi.

Baik harga minyak kedelai di Chicago Board Of Trade (CBOT) dan Dalian Commodity Exchange Tiongkok diperdagangkan lebih tinggi.

Kenanga Research mengatakan harga minyak sawit telah turun 30% sejak Juni 2022 tetapi tetap relatif kuat, mengingat musim puncak telah tiba dan permintaan terus meningkat.

“Sementara harga mungkin tidak bergerak selama satu bulan atau lebih, diskon rekor harga minyak kedelai, permintaan Deepavali yang tertunda dari India dan peningkatan penjualan biodiesel, mendukung harga minyak sawit. Impor Tiongkok, yang bisa menjadi salah satu yang terbesar, juga harus meningkat ketika negara itu kembali ke normal baru pasca-Covid," tulis Kenanga Research dalam sebuah catatan.

Kenanga Research juga memproyeksikan harga CPO hingga akhir 2022 akan berada di 4.500 Ringgit Malaysia per ton.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 15 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia