Kamis, 14 Mei 2026

Pendapatan Jasa Marga (JSMR) Diproyeksikan Kian Melesat

Penulis : Thresa Sandra Desfika
14 Sep 2022 | 11:55 WIB
BAGIKAN
Investor Relations Department Head Jasa Marga Milka Theodora. (Tangkapan layar)
Investor Relations Department Head Jasa Marga Milka Theodora. (Tangkapan layar)

JAKARTA, investor.id - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memproyeksikan pendapatan perseroan sepanjang semester I-2022 mengalami pertumbuhan 18% dan EBITDA meningkat 21% dari periode yang sama tahun 2021.

Investor Relations Department Head Jasa Marga Milka Theodora menjelaskan, saat ini sebenarnya laporan keuangan semester I-2022 perseroan masih dalam proses audit. Akan tetapi, Jasa Marga menaksir pendapatan enam bulan pertama tahun ini bisa naik 18% dari semester I-2021.

“Kami secara optimis bisa menyampaikan bahwa untuk kinerja semester I-2022 untuk pendapatan usaha kita proyeksikan akan meningkat sebesar 18% dan EBITDA-nya bisa meningkat sebesar 21%,” ungkap Milka dalam Public Expose Live 2022 JSMR, Rabu (14/9/20220.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan, peningkatan ini selain karena meningkatnya mobilitas masyarakat juga didukung dengan telah beropreasinya jalan tol baru sejak tahun 2021 dan implementasi penyesuaian tarif yang sesuai jadwal.

“Sejak awal tahun, situasi saat ini mungkin sudah bisa dikatakan sudah lebih baik untuk pandemi karena adanya vaksin booster, kemudian bisa dilihat juga mobilitas masyarakat meningkat. Orang-orang sudah kembali sekolah dan juga bekerja secara normal sehingga hal ini berdampak positif bagi kinerja perusahaan,” terang Milka.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga Ade Wahyu mengatakan, mengenai laporan keuangan semester I sampai saat ini masih proses audit dan ditargetkan selesai pada pekan ketiga September 2022 ini.

“Pencapaiannya Insya Allah mengarah positif dengan tingkat pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan sekitar 18% di pendapatan sehingga ini juga akan menyokong margin juga akan bertumbuh cukup signifikan,” tambah dia.

Ade Wahyu mengakui, secara traffic kendaraan sepanjang semester I-2022 belum pulih jika dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19 melanda.

“Secara Jasa Marga Group, traffic kita baru menyentuh 94-96% dari sebelum pandemi untuk traffic,” papar dia.

Akan tetapi, lanjut Ade Wahyu, untuk pendapatan tol sebenarnya sejak akhir tahun 2021 sudah melampui pendapatan tol dibandingkan sebelum pandemi.

“Hanya saja karena kita ada beberapa ruas yang baru sehingga dari capex (capital expenditure) yang ada kan memang kita melakukan pembangunan ini dengan melakukan disokong oleh teman-teman lembaga keuangan sehingga beban bunga kita juga ada,” ungkap Ade.

“Tapi secara pendapatan, meski traffic belum pulih, di 2021 sudah pulih. Tapi kita akan berusaha bagaimana beban bunga yang ada ini kita lakukan semakin efisien semakin mencari alternatif pembiayaan yang lebih murah sehingga ini dapat dilihat laporan Desember dan Maret kuartal I itu bahwa biaya bunga sudah berhasil kita tekan sehingga itu ikut menyokong dari net profit margin kita,” papar Ade.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 57 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia