Matahari Department Store (LPPF) Dukung Peningkatkan Basis Investor Lokal
JAKARTA, investor.id - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) terus menunjukkan komitmennya untuk memenuhi tujuan tata kelola perseroan dan tujuan keterlibatan yang lebih luas. Matahari melakukan sinergi semaksimal mungkin dalam memenuhi ketentuan Peraturan Pencatatan No. 1-E untuk memenuhi kewajiban Paparan Publik Tahunan pada 2 Maret 2022, sejalan dengan penyampaian Laporan Keuangan Diaudit 2021 dan materi yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, perseroan mengikuti Public Expose LIVE 2022 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek
Indonesia, sebagai upaya meningkatkan literasi dan membangun relasi dengan komunitas investor. Public
Expose LIVE 2022 akan disampaikan oleh anggota senior lokal tim manajemen Matahari dalam Bahasa
Indonesia untuk pemahaman investor yang lebih baik. Matahari melihat penting untuk memberikan
informasi yang material dan relevan bagi para pemegang saham agar dapat mengambil keputusan
investasi yang tepat.
“Selain meningkatkan literasi pasar modal Indonesia, kami percaya keikutsertaan kami dalam acara ini akan meningkatkan basis investor lokal, serta membuka akses dan hubungan yang lebih luas," kata Terry O’Connor, CEO Matahari dalam Public Expose Live 2022, Kamis (15/9/2022).
Matahari ingin memastikan pemahaman peserta tentang kinerja yang kuat di paruh pertama pada 2022. Di
tengah pembatasan pergerakan terkait Omicron, perseroan berhasil menghasilkan EBITDA sebesar Rp
1,3 triliun pada paruh pertama 2022, setara dengan EBITDA setahun penuh pada 2021. Pilihan utama
produk pelanggan Matahari menghasilkan marjin yang sehat, dengan marjin kotor paruh pertama 2022
sebesar 36,0%, lebih tinggi dari 34,9% pada kuartal yang sama tahun lalu.
Pada saat yang sama, perseroan memulai ekspansi dengan membuka gerai baru di Plaza Ambarrukmo, Mall Taman Anggrek, dan Tangcity Mall, serta investasi solusi POS baru dan omni-offering.
Kemajuan paruh pertama menjadi pertanda baik untuk pencapaian pada paruh kedua tahun ini dengan
pedoman yang saat ini ditetapkan pada tingkat EBITDA sebesar Rp 2,1 triliun. Tidak ada pembatasan
signifikan selama kuartal ketiga yang akan membantu penjualan tumbuh lebih dari dua kali lipat pada
periode yang sama pada 2021.
Perseroan lebih lanjut mempercepat pembukaan toko yang direncanakan dengan 7 yang jatuh tempo pada sisa tahun 2022, dimana pembukaan berikutnya adalah Gowa (Sulawesi Selatan) di akhir bulan ini. Pembukaan gerai-gerai ini akan membuat jumlah gerai yang beroperasional secara nasional menjadi 148 pada akhir 2022.
”Kami akan menggunakan platform keterlibatan terbaru ini untuk terus membagikan peningkatan dalam penawaran barang dagang kami kepada pelanggan yang akan mendorong hasil lebih baik,” kata O'Connor.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



