Jumat, 15 Mei 2026

Kerugian Anak Usaha Garuda (GMFI) Berkurang Drastis

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Sep 2022 | 10:16 WIB
BAGIKAN
GMF Aero Asia. (Ist)
GMF Aero Asia. (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI) berhasil menekan rugi periode berjalan pada semester I-2022 menjadi US$ 10,96 juta. Sementara, pada paruh pertama tahun 2021, rugi periode berjalan perseroan mencapai US$ 27,44 juta.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2022, anak usaha Garuda Indonesia itu mencatatkan pendapatan usaha US$ 95,8 juta, lebih kecil dari semester I-2021 di angka US$ 114,32 juta.

Meski pendapatan turun, GMFI berhasil menekan beban usaha, sehingga rugi usaha juga mengerucut jadi US$ 6,16 juta. Sedangkan, pada semester I-2021, rugi usahanya tembus US$ 19,71 juta.

ADVERTISEMENT

Perseroan mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 10,98 juta pada enam bulan pertama tahun 2022. Di periode yang sama tahun lalu, nilainya mencapai US$ 27,45 juta.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2021, GMFI juga berhasil menekan kerugian. GMFI membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 127,39 juta pada 2021, menyusut jauh dari tahun 2020 yang sebesar US$ 328,78 juta.

Sebelumnya, GMFI telah menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2021 pada 2 September 2022.

Salah satu keputusan RUPST adalah menyetujui pengangkatan kembali Maria Kristi Endah Murni sebagai komisaris. Selain itu, RUPST juga memberhentikan dengan hormat Jaka Ari Triyoga sebagai direktur line operation dan menunjuk Mukhtaris sebagai direktur line operation yang baru dan memberhentikan dengan hormat Edward Okky Avianto sebagai direktur keuangan dan menunjuk Salusra Satria sebagai direktur keuangan yang baru.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia