Siapkan Buyback, Matahari (LPPF) Komitmen Bakal Perbesar Dividen Jadi Rp 525 Per Saham
JAKARTA, investor.id - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyatakan komitmennya untuk memperbesar jumlah dividen yang akan dibagikan ke para pemegang saham. Pada tahun depan, perseroan setidaknya akan membagikan dividen sebesar Rp 525 atau lebih untuk tahun buku 2022, dari posisi dividen terakhir yakni Rp 350 per saham untuk tahun buku 2021.
“Pembayaran dividen setahun penuh berikutnya ditingkatkan menjadi Rp 525 per saham atau lebih didukung oleh prospek yang membaik dan proyeksi penciptaan arus kas yang kuat,” ungkap CEO LPPF Terry O’Connor dalam Public Expose Live 2022, Kamis (15/9/2022).
Kenaikan dividen, juga akan didukung oleh aksi korporasi LPPF yang akan melakukan program pembelian kembali saham atau buyback.
Buyback sebelumnya menurut informasi akan dilakukan sebanyak 10% dari jumlah saham yang dikeluarkan perseroan atau maksimal 262.614.878 saham. Sementara harga pembelian saham akan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. LPPF mengeluarkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk melakukan buyback dan melancarkan rencana tersebut.
“Buyback share di kuartal-III, kita akan mencapai EBITDA jadi Rp 2,1 triliun dan kita belum ubah guidance tersebut. Jadi, ini alasan bagi kami untuk bagi dividen di 2023,” ucap O’Connor.
Berkaca pada kinerja positif yang berlanjut pada Juli 2022, Matahari memutuskan meningkatkan panduan EBITDA 2022 dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,1 triliun. LPPF turut mengerek proyeksi dividen tahun penuh 2022 menjadi Rp 525 per saham, dari sebelumnya Rp 500 yang merupakan tertinggi dalam sejarah perseroan. Proyeksi ini sejalan dengan prospek yang membaik dan proyeksi arus kas yang lebih baik.
Tahun ini, perseroan memperkiraan adanya posisi kas akhir tahun yang kuat, yaitu Rp 800 miliar atau lebih. Begitupun dengan penjualan yang ditargetkan bisa tumbuh sebesar 20% pada tahun ini.
Pasalnya, normalisasi jam operasional ritel, tidak ada batasan signifikan di kuartal III, membantu kondisi perdagangan yang memungkinkan pertumbuhan penjualan lebih dari dua kali lipat di kuartal ini. Apalagi, barang dagangan dan praktik merchandising baru memberikan hasil yang sehat dan peningkatan penjualan dan produktivitas margin.
“Banyak inisiatif disiapkan untuk ekspansi di semester II. Seperti agresif dalam melakukan promosi. Kami juga melihat Juli dan Agustus sudah melanjutkan pertumbuhan yang baik dan akan berlanjut di September dan bulan-bulan berikutnya. Akan ada juga jumbo sale dan rebranding terkait Anniversary Matahari, ada juga Black Friday dan Natal yang akan menghasilkan lebih baik,” katanya.
Pembukaan gerai, kata O’Connor juga akan dipercepat dengan 8 gerai yang akan jatuh tempo di semester ini dengan visibilitas kontrak pada 5 berikutnya. Plus, investasi mini refits di gerai, teknologi baru, dan visibilitas pemasaran yang ditingkatkan untuk menciptakan momentum di semester II.
“Kami akan fokus yang berkelanjutan pada keunggulan operasional, eksekusi strategi, dan kecermatan biaya untuk mendorong hasil yang unggul. Sisa tahun 2022 akan menunjukkan fokus Project Sunrise pada peningkatan di 7 bidang utama,” pungkasnya.
Lebih lanjut, tahun depan, LPPF juga akan melakukan pengembangan jaringan 12-15 gerai baru di 2023. Perencanaan bisnis ini untuk melanjutkan momentum perseroan.
LPPF menargetkan kepemilikan gerai sebanyak 148 unit hingga akhir 2022, sejalan dengan rencana ekspansi yang telah dijalankan perseroan. Perseroan juga menaikkan proyeksi dividen setahun penuh didukung oleh optimisme kinerja yang lebih baik.
Sepanjang semester I-2022, LPPF telah membuka dua gerai dengan konsep baru, yakni gerai di Mal Taman Anggrek Jakarta dan peluncuran kembali gerai di Karawaci. LPPF akan melanjutkan penambahan gerai di paruh kedua 2022 dengan rencana pembukaan delapan gerai baru sampai akhir tahun, dengan enam di antaranya telah mengantongi kepastian kontrak. Enam unit tersebut mencakup gerai di Tangerang, Banten; Gowa, Sulawesi Selatan; Bondowoso, Jawa Timur; Semarang, Jawa Tengah; Kendari, Sulawesi Tenggara; dan Bontang, Kalimantan Timur.
Penambahan 10 gerai yang menjadi bagian dari Capex Rp 400 miliar ini sampai akhir tahun, diharapkan dapat menjadi dorongan bagi kinerja positif LPPF sebesar 1%-2% dan akan menjadi penuh kontribusinya terhadap penjualan di tahun depan.
Selama periode ini, pendapatan bersih LPPF tercatat naik menjadi Rp 3,76 triliun pada Januari-Juni 2022, dari Rp 3,57 triliun pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Didukung aktivitas perdagangan pada Lebaran yang kuat, EBITDA perseroan pada paruh pertama 2022 mencapai Rp 1,3 triliun atau menyamai pencapaian sepanjang 2021.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



