Ongkos Angkut Naik, Semen Indonesia (SMGR) Terapkan Berbagai Strategi
JAKARTA, investor.id – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak kenaikan suku bunga, tekanan inflasi, dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kinerja perseroan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Semen Indonesia, Andriano Hosny menyatakan bahwa kenaikan suku bunga, inflasi, dan kenaikan harga BBM bakal mempengaruhi ongkos angkut.
Karena itu, kata Hosny, Semen Indonesia mengantisipasinya dengan melakukan beberapa hal, salah satunya satunya melakukan penyesuaian harga secara disiplin untuk menjaga agar market share tidak mengalami penurunan.
“Kami juga harus bisa me-maintain posisi di pasar terutama untuk main brand kami,” kata Hosny dalam paparan publik, Jumat (16/9/2022).
Strategi selanjutnya adalah perseroan melakukan inisiatif efisiensi biaya melalui environmental, social, and governance (ESG). Tidak sampai di situ, emiten berkode saham SMGR ini juga akan mengoptimalkan kargo secara konsolidatif, sehingga dapat memitigasi dampak dari kenaikan ongkos angkut.
“Jadi, kalau dilihat distribusi, contohnya di Jakarta hampir di seluruh lokasi pasti ada truk kami yang angkut barang. Ini kalau kami manfaatkan ekosistemnya, maka dapat memberikan nilai tambah sangat tinggi, bukan hanya bagi kami, tapi juga perusahaan-perusahaan komoditas lain yang memiliki handling sama,” jelas Hosny.
Kemudian dari sisi neraca, Semen Indonesia pada Juni lalu telah melakukan peningkatan komposisi fixed rate dari semula hanya 25% menjadi 50%. Menurut Hosny, penyesuaian komposisi fixed rate tersebut bertujuan agar perseroan dapat memitigasi dampak dari kenaikan suku bunga terhadap biaya, sehingga harapannya operasional dan neraca bisa terjaga.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis dan Pemasaran Semen Indonesia, Aulia Mulki Oemar menambahkan bahwa ke depan dari sisi penjualan, SMGR akan fokus memperbaiki fundamental dan channel distribusi.
Di samping itu, sebagai pemain semen terbesar yang memiliki distribusi besar, Aulia menyampaikan bahwa SMGR juga akan melakukan digitalisasi terhadap distributor hingga level yang paling bawah.
“Kami saat ini sedang mendigitalisasi sistem channel. Selain itu, kami mengembangkan fasilitas gudang dan armada distributor-distributor kami,” tuturnya.
Adapun terkait kebijakan ekspor, Aulia tak menampik bahwa tahun ini, aktivitas ekspor produk Semen Indonesia tidak cukup banyak karena ada kenaikan harga batu bara. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ekspor kembali digalakkan, seiring dengan permintaan semen di dalam negeri yang cenderung kurang agresif.
Hasilnya, berdasarkan laporan keuangan SMGR sepanjang semester I 2022, SMGR berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah berbagai tantangan berat yang dihadapi industri semen dalam negeri dengan meningkatkan pendapatan dari pasar domestik sebesar 1,8%.
Perseroan juga mampu mempertahankan EBITDA sebesar Rp 3,53 triliun dengan margin EBITDA yang meningkat 0,4% menjadi 22,3%. Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 4,4% menjadi Rp 829 miliar dan margin laba bersih meningkat 0,3% menjadi 5,2%.
Selain catatan positif dalam proses bisnis, SMGR juga sukses menurunkan emisi karbon sebesar 2,5% atau setara 15 kg CO2/ton semen yang dikontribusikan dari penurunan clinker factor sebesar 0,8%, dan peningkatan Thermal Substitution Rate (TSR) sebesar 1,7%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






